Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) terus menjadi incaran banyak lulusan sarjana di seluruh Indonesia. Tahun 2026 nanti, persaingan untuk mendapatkan beasiswa ini diprediksi semakin ketat. Salah satu kunci sukses dalam proses pendaftaran adalah mempersiapkan dokumen-dokumen penting dengan tepat dan sesuai ketentuan. Tanpa dokumen yang lengkap dan valid, peluang lolos seleksi bisa langsung pupus, meski kualifikasi lainnya memenuhi syarat.
Kelengkapan dokumen menjadi salah satu faktor penilaian awal dalam seleksi administrasi. Artinya, jika ada dokumen yang tidak lengkap atau tidak memenuhi format yang diminta, berkas langsung gugur sebelum masuk ke tahap berikutnya. Nah, buat kamu yang berencana mendaftar LPDP 2026, penting banget tahu dulu dokumen apa saja yang wajib disiapin. Biar nggak bingung di tengah jalan, berikut ini lima dokumen penting yang nggak boleh ketinggalan.
1. Surat Keterangan Aktif Kuliah atau Ijazah Terakhir
Buat yang masih kuliah, surat keterangan aktif dari kampus wajib dilampirkan. Surat ini membuktikan bahwa calon pendaftar masih menjalani perkuliahan dan belum lulus. Sementara buat yang sudah lulus, ijazah terakhir jadi dokumen utama yang harus diserahkan. Surat keterangan aktif biasanya dikeluarkan oleh bagian akademik atau tata usaha kampus.
Surat ini juga harus memuat informasi lengkap seperti nama lengkap, NIM, program studi, jenjang pendidikan, dan masa studi. Selain itu, surat harus ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan distempel resmi kampus. Tanpa itu, dokumen bisa dianggap tidak sah.
2. Transkrip Nilai Resmi
Transkrip nilai resmi adalah dokumen yang menunjukkan riwayat akademik selama kuliah. Dokumen ini harus dikeluarkan langsung oleh perguruan tinggi dan distempel basah. Transkrip nilai menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menilai kualifikasi akademik calon penerima beasiswa.
Pastikan transkrip yang diserahkan adalah versi terbaru dan lengkap. Jika ada nilai yang belum keluar karena skripsi atau mata kuliah terakhir, bisa dilengkapi dengan surat keterangan sementara dari kampus. Namun, tetap harus diikuti dengan transkrip final setelah semua nilai keluar.
3. Surat Rekomendasi
Surat rekomendasi menjadi salah satu dokumen yang menunjukkan seberapa baiknya calon pendaftar dilihat dari sudut pandang pihak ketiga. Biasanya, surat ini ditulis oleh dosen pembimbing, kepala program studi, atau pejabat kampus lainnya yang mengenal calon penerima secara langsung.
Surat rekomendasi harus menjelaskan potensi akademik, integritas, dan komitmen calon pendaftar dalam melanjutkan studi. Hindari surat rekomendasi yang terkesan asal jadi atau terlalu umum. Semakin spesifik dan mendalam penjelasannya, semakin besar nilai tambah yang didapat.
4. Proposal Studi (Study Plan)
Proposal studi atau study plan adalah dokumen yang menjelaskan rencana studi selama menjalani program pascasarjana. Dokumen ini mencakup tujuan studi, bidang kajian yang diminati, relevansi dengan program beasiswa, serta kontribusi yang diharapkan setelah lulus.
Study plan harus disusun dengan matang dan menunjukkan keseriusan calon pendaftar. Hindari menyusun proposal yang terlalu umum atau tidak sesuai dengan latar belakang akademik. Kualitas proposal ini bisa menjadi penentu apakah seseorang lolos ke tahap wawancara atau tidak.
5. Pas Foto Terbaru dan Fotokopi KTP
Meski terdengar sederhana, pas foto dan fotokopi KTP tetap menjadi dokumen wajib dalam pendaftaran LPDP. Pas foto harus memenuhi ketentuan ukuran dan latar belakang yang ditetapkan. Biasanya, foto harus berlatar biru atau putih polos dan berpakaian formal.
Fotokopi KTP digunakan untuk verifikasi data diri. Pastikan fotokopi dalam kondisi jelas dan tidak terpotong. Jika dokumen ini tidak sesuai atau tidak jelas, bisa menghambat proses verifikasi administrasi.
Tips Tambahan Saat Menyusun Dokumen LPDP
Menyusun dokumen untuk beasiswa LPDP memang butuh ketelitian ekstra. Selain kelima dokumen utama di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dokumen terlihat profesional dan sesuai standar.
Pertama, pastikan semua dokumen dalam format PDF dengan ukuran file yang tidak terlalu besar. Kedua, beri nama file yang jelas dan sistematis. Misalnya, "Nama_NIM_TranskripNilai.pdf". Ketiga, selalu cek ulang ketentuan resmi dari LPDP setiap tahunnya karena bisa berubah sewaktu-waktu.
Perbandingan Format Dokumen yang Sering Diminta
| Dokumen | Format yang Diminta | Catatan Tambahan |
|---|---|---|
| Surat Keterangan Aktif | PDF, distempel basah | Harus memuat NIM dan program studi |
| Transkrip Nilai | PDF, resmi dari kampus | Lengkapi dengan transkrip final jika sudah lulus |
| Surat Rekomendasi | PDF, ditulis tangan atau diketik | Ditandatangani dan distempel pejabat berwenang |
| Proposal Studi | PDF, maksimal 2 halaman | Gunakan bahasa akademik yang jelas |
| Pas Foto | JPG/PNG, latar biru/putih | Ukuran 4×6 cm, berpakaian formal |
Disclaimer
Informasi dokumen yang diperlukan dalam pendaftaran LPDP bisa berubah setiap tahunnya tergantung kebijakan lembaga. Pastikan selalu merujuk pada pengumuman resmi terbaru dari LPDP untuk memastikan kelengkapan dokumen yang akurat. Dokumen yang tidak sesuai format atau ketentuan bisa menyebabkan pengajuan ditolak di tahap awal.
Persiapan dokumen yang rapi dan sesuai ketentuan adalah langkah awal yang sangat penting dalam perjalanan panjang seleksi beasiswa LPDP. Dengan mempersiapkan dokumen sejak dini, peluang untuk lolos ke tahap berikutnya pun semakin besar. Jadi, jangan sampai dokumen penting malah jadi penghalang impian kuliah di luar negeri.