Investor Berebut Saham BUMI dan DEWA Saat IHSG Sesi I Melonjak 1,57% ke 8.047!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan yang cukup mencolok pada perdagangan sesi I, Selasa, 3 Februari 2026. Indeks sempat dibuka di zona merah, namun seiring berjalannya waktu, sentimen positif mendorong IHSG naik 1,57% atau 124,491 poin, menembus level 8.047,222. Pergerakan ini terjadi di tengah volatilitas pasar yang sempat menyentuh batas atas 8.059 dan batas bawah 7.712.

Penguatan ini tidak datang begitu saja. Ada sejumlah faktor yang berkontribusi, mulai dari antusiasme investor terhadap saham-saham tertentu hingga sentimen global yang mulai membaik. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 15,68 triliun dengan volume sebesar 31,66 miliar saham dalam 1,69 juta kali transaksi. BUMI dan DEWA menjadi dua saham yang paling banyak diburu, masing-masing mencatat nilai transaksi Rp 3,98 triliun dan Rp 1,61 triliun.

Pergerakan IHSG dan Saham-Saham Penguat

Hari ini tercatat 592 saham menguat, 158 saham melemah, dan sisanya stagnan. Dominasi saham yang naik menunjukkan bahwa investor mulai kembali percaya diri memasuki pasar. Beberapa saham besar yang menjadi pendorong utama adalah Bumi Resources (BUMI) dan Darman Henwa (DEWA), yang keduanya melonjak lebih dari 11%.

BUMI naik 12,73% ke level 248, sementara DEWA menguat 11,96%. Saham Bukit Uluwatu Villa (BUVA) juga menjadi sorotan dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,58 triliun. Kenaikan ini menunjukkan bahwa investor lokal mulai kembali mengalokasikan dana ke saham-saham dengan valuasi menarik.

READ  Dapatkan Saldo DANA Kaget Gratis Rp245.000 Sore Ini 24 Februari 2026, Syarat Klaimnya Mudah Banget!

1. Indeks Sektor yang Menguat

Tidak hanya indeks utama, sejumlah indeks sektoral juga mencatatkan kenaikan. IDXTECHNO memimpin dengan kenaikan 5,37%, diikuti IDXBASIC yang naik 4,91%. IDXINDUST dan IDXENERGY juga turut menguat masing-masing 3,27% dan 2,70%.

  • IDXENERGY naik 2,70%
  • IDXBASIC naik 4,91%
  • IDXINDUST naik 3,27%
  • IDXCYCLIC naik 0,30%
  • IDXNONCYC naik 0,23%
  • IDXHEALTH naik 1,53%
  • IDXFINANCE naik 0,82%
  • IDXPROPERT naik 2,72%
  • IDXTECHNO naik 5,37%
  • IDXTRANS naik 2,96%

Hanya IDXINFRA yang mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,37%.

2. Indeks Pendukung yang Ikut Naik

Indeks pendukung seperti LQ45, JII, IDX30, dan MNC36 juga ikut bergerak positif. LQ45 naik 1,44% ke level 817,853. Jakarta Islamic Index (JII) melonjak 3,13% ke 535,910. IDX30 menguat 1,72% ke 428,122, dan MNC36 naik 1,46% ke 333,872. Kenaikan ini menunjukkan bahwa investor tidak hanya fokus pada saham individual, tetapi juga mulai melirik saham-saham blue-chip dan syariah.

Sentimen Pasar dan Kebijakan Regulator

Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan MSCI menjadi salah satu pendorong utama sentimen positif di pasar. Diskusi ini berjalan lancar, dan kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan pembahasan di level teknis. MSCI memberikan panduan terkait metodologi dan perhitungan yang akan digunakan dalam penilaian pasar modal Indonesia.

3. Aturan Baru MSCI dan Dampaknya

MSCI akan menerapkan aturan baru terkait free float saham yang minimal 15%, mulai Maret 2026. Aturan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia agar sejajar dengan standar global. Emiten yang belum memenuhi syarat berpotensi keluar dari indeks MSCI, yang bisa berdampak pada arus investasi asing.

4. Proyeksi Teknikal IHSG

Dari segi teknikal, IHSG masih memiliki ruang untuk menguat lebih lanjut. Support terdekat berada di level 7.786, sementara resistance berada di kisaran 8.145 hingga 8.370. Penguatan di sesi I menunjukkan bahwa investor mulai memperbaiki posisi portofolio mereka menjelang akhir pekan.

READ  Doa Kamilin Sholat Tarawih 8 Rakaat di Rumah: Niat, Tata Cara & Keutamaannya

Rupiah dan Harga Komoditas

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp16.786 hingga Rp16.805 per dolar AS. Meski mengalami tekanan, pelemahan ini tidak terlalu signifikan. Penguatan dolar global dan ketidakpastian kebijakan suku bunga di AS menjadi penyebab utama fluktuasi ini.

5. Harga Emas Dunia Naik Tajam

Di pasar komoditas, harga emas dunia melonjak lebih dari 3% setelah sempat terkoreksi sebelumnya. Lonjakan ini menjadi katalis positif bagi emiten yang bergerak di sektor pertambangan emas. Investor mulai melirik kembali aset-aset safe haven, terutama menjelang pengumuman kebijakan moneter global.

Kesimpulan

Perdagangan sesi I hari ini menunjukkan bahwa pasar mulai kembali aktif. Investor lokal tampak lebih percaya diri, sementara sentimen global juga mulai membaik. Saham-saham seperti BUMI dan DEWA menjadi pendorong utama, dengan transaksi yang mencapai triliunan rupiah.

Namun, tetap perlu diingat bahwa pasar saham memiliki risiko yang tinggi. Data dan informasi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi makroekonomi dan regulasi yang berlaku. Pastikan untuk selalu memperbarui informasi sebelum membuat keputusan investasi.

Tinggalkan komentar