Tahun 2026 semakin dekat, dan isu terkait Tunjangan Hari Raya (THR) kembali menjadi pembicaraan hangat di kalangan pegawai negeri, termasuk guru honorer. Banyak pertanyaan muncul, terutama dari para guru non-PNS dan non-PPPK, tentang apakah mereka juga berhak mendapatkan THR atau tidak. Jawabannya nggak bisa dibilang langsung ya atau tidak, karena tergantung pada beberapa faktor yang perlu dipahami lebih dalam.
Sejauh ini, THR memang umumnya diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun, guru honorer yang bekerja di sekolah negeri atau swasta juga punya harapan. Tapi, apakah mereka bakal dapat THR tahun ini? Yuk, kita kupas lebih lanjut.
Siapa Saja yang Berhak Dapat THR Tahun 2026?
THR atau Tunjangan Hari Raya adalah hak pegawai yang biasanya diberikan menjelang Idul Fitri. Besaran dan pemberiannya diatur oleh pemerintah, dan biasanya berlaku untuk pegawai tetap, baik di instansi pemerintah maupun swasta.
1. PNS dan PPPK
PNS dan PPPK secara otomatis berhak mendapatkan THR menjelang Idul Fitri. Besaran THR untuk PNS biasanya setara dengan gaji pokok selama satu bulan. Untuk PPPK, aturannya juga sudah cukup jelas, tergantung pada masa kerja dan skema kontraknya.
2. Guru Honorer: Masih Abu-Abu
Guru honorer berada di posisi yang agak unik. Mereka bekerja di sekolah negeri, tapi tidak memiliki status kepegawaian resmi seperti PNS atau PPPK. Status mereka biasanya sebagai pegawai tidak tetap (PTT) atau tenaga kontrak.
Karena itu, pemberian THR untuk guru honorer sangat tergantung pada kebijakan daerah atau sekolah masing-masing. Ada daerah yang memberikan THR kepada guru honorer sebagai bentuk apresiasi, tapi ada juga yang tidak.
Faktor-Faktor yang Menentukan THR untuk Guru Honorer
Kalau kamu seorang guru honorer, jangan langsung pesimis dulu. Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi apakah kamu bakal dapat THR atau nggak.
1. Kebijakan Daerah
Setiap daerah punya anggaran dan kebijakan sendiri. Ada daerah yang memasukkan guru honorer dalam daftar penerima THR, terutama kalau mereka sudah bekerja cukup lama atau jumlah jam mengajarnya memenuhi syarat tertentu.
2. Anggaran Sekolah
Sekolah juga punya peran penting. Kalau sekolah punya anggaran lebih, bisa jadi guru honorer akan mendapat THR sebagai bentuk penghargaan. Tapi kalau anggaran ketat, biasanya yang didahulukan adalah guru tetap atau pegawai dengan status resmi.
3. Status Kepegawaian
Kalau status guru honorer masih sebagai tenaga kontrak atau PTT, kemungkinan dapat THR lebih kecil dibandingkan yang sudah jadi PPPK atau pegawai tetap. Tapi bukan berarti mustahil, kok.
Tips Mengecek THR untuk Guru Honorer
Kalau kamu seorang guru honorer dan belum tahu pasti apakah bakal dapat THR atau nggak, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan.
1. Tanyakan ke Operator Sekolah
Operator sekolah biasanya tahu kabar terbaru soal THR. Mereka sering jadi titik informasi pertama sebelum pengumuman resmi keluar.
2. Cek Informasi dari Dinas Pendidikan
Dinas Pendidikan daerah biasanya mengeluarkan surat edaran atau pengumuman terkait THR. Cek secara berkala lewat situs resmi atau media sosial dinas.
3. Gabung di Grup Komunitas Guru
Grup WhatsApp atau Telegram komunitas guru sering jadi tempat berbagi informasi terbaru. Bisa jadi kamu nemuin kabar THR lebih cepat dari sini.
Perbandingan THR antara PNS, PPPK, dan Guru Honorer
Untuk lebih jelasnya, berikut tabel perbandingan THR antara ketiga kategori guru ini:
| Kategori Pegawai | Status THR | Besaran THR | Keterangan |
|---|---|---|---|
| PNS | Dijamin | 100% gaji pokok | Otomatis diberikan |
| PPPK | Dijamin | Tergantung masa kerja | Disesuaikan kontrak |
| Guru Honorer | Tidak dijamin | Tergantung kebijakan | Bisa dapat, bisa tidak |
Catatan: Besaran dan pemberian THR bisa berubah sesuai kebijakan pemerintah daerah setempat.
Apa Saja Syarat THR untuk Guru Honorer?
Kalau kebetulan daerah atau sekolahmu memberikan THR untuk guru honorer, biasanya ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.
1. Minimal Mengajar 6 Bulan
Umumnya, guru honorer harus sudah bekerja minimal 6 bulan sebelum bulan Ramadan untuk bisa mendapatkan THR.
2. Status Kontrak Aktif
Guru honorer yang masih aktif mengajar dan belum habis masa kontraknya punya peluang lebih besar untuk dapat THR.
3. Rekomendasi dari Kepala Sekolah
Kepala sekolah punya peran penting dalam merekomendasikan siapa saja guru honorer yang pantas dapat THR, terutama kalau anggarannya terbatas.
Disclaimer
THR adalah tunjangan yang besaran dan pemberiannya bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah pusat atau daerah. Informasi di atas hanya sebagai referensi umum dan bukan jaminan bahwa guru honorer pasti mendapat THR di tahun 2026. Selalu cek sumber resmi untuk informasi terbaru.
Kalau kamu guru honorer, jangan ragu untuk tetap berusaha dan tetap semangat. Siapa tahu tahun ini jadi tahun keberuntunganmu dapat THR juga. Semoga aja kabar baiknya datang sebelum lebaran tiba.