Pertandingan sengit antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung di pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 berakhir dengan skor 2-2. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026) malam WIB, memang penuh drama. Tapi yang lebih menarik perhatian adalah sikap pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, usai pertandingan.
Alih-alih memberikan respons biasa di sesi konferensi pers, pelatih asal Kroasia ini memilih diam. Ia hadir, duduk di depan para wartawan, tapi tak berkata apa-apa. Sebuah protes sunyi yang langsung jadi sorotan. Tidak ada pernyataan, tidak ada pertanyaan yang dijawab, hanya keheningan yang terasa berat.
Alasan di Balik Kebungkaman Bojan Hodak
Keputusan Bojan Hodak untuk tidak bicara bukan tanpa alasan. Ia menyampaikan bahwa dirinya menghormati profesi wartawan, tapi kali ini tidak ada yang bisa dibicarakan. Terutama soal jalannya pertandingan dan kepemimpinan wasit Eko Saputra yang memimpin laga tersebut.
-
Kepemimpinan Wasit Jadi Poin Utama
Hodak menilai bahwa pertandingan tidak berjalan adil. Ia menyoroti beberapa keputusan wasit yang dianggap kontroversial, terutama saat Persebaya mendapat penalti di babak pertama. Menurutnya, keputusan itu memengaruhi jalannya pertandingan secara keseluruhan. -
Takut Terkena Sanksi
Pelatih berusia 58 tahun ini mengaku khawatir akan mendapat sanksi jika membuka suara. “Saya tidak bisa bicara soal wasit hari ini. Jika tidak soal itu, tak ada yang perlu dibicarakan,” ujarnya singkat sebelum meninggalkan ruangan.
Jalannya Pertandingan yang Penuh Drama
Laga ini memang layak disebut sebagai salah satu pertandingan terpanas musim ini. Duel antara dua tim besar, suporter yang memanas, dan keputusan wasit yang jadi bahan perdebatan.
Babak Pertama: Persebaya Unggul dari Penalti
Persebaya membuka keunggulan di menit ke-44 lewat Bruno Moreira yang sukses eksekusi penalti. Insiden yang terjadi di kotak terlarang tuan rumah diperiksa lewat VAR sebelum wasit menunjuk titik putih. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Persib Bangkit dan Balik Unggul
Memasuki babak kedua, Persib menunjukkan perlawanan. Luciano Guaycochea menyamakan kedudukan di menit ke-51. Lalu di menit ke-73, Andrew Jung mencetak gol yang sempat membuat Persib unggul 2-1.
- Gol Penyeimbang Persebaya
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Toni Firmansyah memberikan assist kepada Francisco Rivera yang mencetak gol penyeimbang di menit ke-83. Skor pun kembali imbang 2-2 hingga peluit panjang dibunyikan.
Reaksi dan Dampak dari Hasil Imbang
Hasil ini tentu punya dampak besar di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Meski gagal menang, Persib masih kokoh di puncak klasemen dengan 54 poin dari 23 pertandingan. Persebaya, di sisi lain, berada di posisi kelima dengan 39 poin.
| Tim | Poin | Jumlah Pertandingan |
|---|---|---|
| Persib Bandung | 54 | 23 |
| Persebaya Surabaya | 39 | 23 |
Suporter Turut Bereaksi
Lebih dari 31.000 penonton memadati stadion, dan suasana tetap panas meski pertandingan sudah selesai. Suporter kedua tim saling menyindir lewat teriakan dan atribut. Tapi sorotan utama tetap pada keputusan wasit dan reaksi pelatih Persib.
- Permintaan Maaf dari Bojan Hodak
Sebelum meninggalkan ruangan konferensi pers, Hodak sempat meminta maaf kepada awak media atas ketidaknyamanan. Namun ia tetap tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia ditemani oleh Frans Putros dan Yaya Sunarya, pelatih fisik Persib, saat keluar dari ruangan.
Jadwal Selanjutnya Kedua Tim
Setelah laga sengit ini, kedua tim harus segera fokus ke pertandingan berikutnya. Persib Bandung akan menjamu Persik Kediri di pekan ke-25, Senin (9/3/2026). Sementara itu, Persebaya akan bertandang ke markas lawan berikutnya dalam jadwal yang belum dirilis secara resmi.
| Tim | Lawan Selanjutnya | Tanggal | Lokasi |
|---|---|---|---|
| Persib Bandung | Persik Kediri | 9 Maret 2026 | Stadion Si Jalak Harupat |
| Persebaya Surabaya | TBA | Belum dirilis | TBA |
Penutup: Protes Sunyi yang Menggema
Aksi Bojan Hodak yang memilih bungkam jelas bukan tindakan biasa. Ini adalah bentuk protes terhadap sesuatu yang dianggapnya tidak adil. Meski tidak berkata apa-apa, diamnya justru menyuarakan banyak hal. Dan mungkin, itu jauh lebih keras daripada kata-kata.
Disclaimer: Data dan jadwal dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan penyelenggara liga.