Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT menjadi salah satu program andalan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan keluarga berpenghasilan rendah. Di tahun 2026, sistem pendaftaran semakin dipermudah dengan integrasi digital yang memungkinkan masyarakat mendaftar hanya bermodalkan smartphone dari rumah. Setiap bulannya, jutaan keluarga mengandalkan bantuan senilai Rp200.000 ini untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok.
Banyak warga yang sebenarnya memenuhi kriteria namun belum memahami cara mendaftarkan diri ke dalam sistem. Proses yang dianggap rumit dan informasi yang simpang siur seringkali membuat calon penerima manfaat menyerah sebelum mencoba. Padahal, Kementerian Sosial telah menyediakan aplikasi resmi yang dirancang khusus untuk memangkas birokrasi dan mempermudah akses pendaftaran.
Artikel ini akan mengupas tuntas langkah-langkah praktis mendaftar BPNT langsung dari smartphone. Mulai dari persiapan dokumen, instalasi aplikasi, hingga tips agar data lolos verifikasi DTKS akan dibahas secara mendalam. Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan proses pendaftaran dapat berjalan lancar dan bantuan sembako senilai Rp200.000 per bulan bisa segera diterima.
Mengenal Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai)
Bantuan Pangan Non Tunai atau yang juga dikenal sebagai Program Kartu Sembako merupakan program perlindungan sosial yang menyasar keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah di Indonesia. Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Sosial sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat kurang mampu.
Berbeda dengan bantuan pangan konvensional yang berbentuk paket sembako langsung, BPNT memanfaatkan teknologi digital untuk penyalurannya. Penerima manfaat mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera yang berfungsi layaknya kartu debit elektronik. Setiap bulan, saldo bantuan akan dikreditkan langsung ke kartu tersebut dan dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di ribuan e-warong atau agen bank yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dasar hukum pelaksanaan program ini mengacu pada peraturan dari Kementerian Sosial tentang penyaluran bantuan sosial pangan. Di tahun 2026, sistem terus disempurnakan dengan integrasi data yang lebih ketat melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan sinkronisasi dengan NIK Dukcapil untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Tujuan dan Manfaat Program BPNT
Program BPNT memiliki beberapa tujuan utama yang ingin dicapai pemerintah. Pertama adalah mengurangi beban pengeluaran keluarga prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok sehari-hari. Kedua adalah memberikan nutrisi yang lebih seimbang dengan kebebasan memilih jenis bahan makanan sesuai kebutuhan keluarga. Ketiga adalah meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial melalui sistem digital yang transparan.
Manfaat yang dirasakan langsung oleh keluarga penerima sangat signifikan. Bantuan senilai Rp200.000 per bulan dapat digunakan untuk membeli beras berkualitas, telur, minyak goreng, sayuran, dan protein hewani lainnya. Fleksibilitas dalam memilih barang membuat penerima dapat menyesuaikan belanja dengan preferensi dan kebutuhan gizi keluarga masing-masing.
Sasaran program ini adalah keluarga yang masuk dalam kategori desil satu hingga empat pada klasifikasi kesejahteraan DTKS. Prioritas diberikan kepada keluarga yang memiliki anggota rentan seperti balita yang membutuhkan asupan gizi, ibu menyusui, lansia, dan penyandang disabilitas. Setiap transaksi tercatat secara digital sehingga pemerintah dapat memantau efektivitas penyaluran secara real-time.
Syarat dan Kriteria Penerima BPNT 2026
Syarat Umum
Untuk dapat mendaftar sebagai calon penerima BPNT, masyarakat harus memenuhi beberapa persyaratan dasar. Calon penerima harus merupakan Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan kepemilikan e-KTP dan Kartu Keluarga yang masih berlaku dan valid. Status ekonomi keluarga harus termasuk dalam kategori miskin atau rentan miskin sesuai klasifikasi yang ditetapkan pemerintah.
Kriteria Penerima
Pemerintah menetapkan kriteria ketat agar bantuan benar-benar tersalurkan kepada yang berhak. Keluarga yang menjadi target adalah mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan pokok secara mandiri. Anggota keluarga yang berstatus ASN, TNI, Polri, atau pegawai BUMN dan BUMD tidak dapat menerima bantuan ini karena dianggap sudah memiliki penghasilan tetap yang memadai.
Kriteria penilaian juga mencakup kondisi tempat tinggal, sumber penghasilan, dan kepemilikan aset keluarga. Sistem verifikasi di tahun 2026 sudah terintegrasi dengan database BPJS Ketenagakerjaan dan data pajak sehingga keluarga dengan penghasilan di atas Upah Minimum Provinsi akan terdeteksi dan tidak masuk dalam daftar penerima.
Dokumen yang Diperlukan
Persiapan dokumen yang lengkap dan valid sangat menentukan keberhasilan proses pendaftaran. Dokumen utama yang wajib disiapkan adalah Kartu Tanda Penduduk Elektronik dengan foto dan data yang jelas terbaca. Kartu Keluarga terbaru yang mencantumkan semua anggota keluarga juga menjadi syarat mutlak untuk verifikasi.
Untuk pendaftaran online, diperlukan foto rumah tampak depan yang memperlihatkan kondisi atap, dinding, dan lantai secara utuh. Foto kondisi bagian dalam rumah seperti ruang tamu juga dibutuhkan untuk penilaian kelayakan. Pastikan foto diambil dengan pencahayaan yang cukup dan tidak dimanipulasi karena akan diverifikasi oleh petugas.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama Program | Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) / Kartu Sembako |
| Penyelenggara | Kementerian Sosial Republik Indonesia |
| Sasaran Penerima | Keluarga prasejahtera (Desil 1-4 DTKS) |
| Nominal Bantuan | Rp200.000 per bulan atau Rp400.000 per dua bulan (dirapel) |
| Penyaluran | Via Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau PT Pos Indonesia |
| Aplikasi Pendaftaran | Cek Bansos (Play Store/App Store) |
Cara Daftar BPNT Online Lewat HP dengan Mudah
Cara Pertama: Via Aplikasi Cek Bansos
Langkah 1: Unduh dan Instal Aplikasi Resmi
Buka Google Play Store atau App Store di smartphone dan cari aplikasi dengan nama Cek Bansos. Pastikan pengembang aplikasi tertera sebagai Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk menghindari aplikasi palsu atau penipuan. Unduh dan tunggu hingga proses instalasi selesai. Aplikasi ini gratis tanpa dipungut biaya apapun.
Langkah 2: Buat Akun Baru
Setelah aplikasi terbuka, pilih menu Buat Akun Baru untuk memulai proses registrasi. Isi formulir pendaftaran dengan data yang diminta meliputi Nomor Induk Kependudukan sesuai e-KTP, Nomor Kartu Keluarga, dan nama lengkap persis seperti tertera di KTP. Masukkan juga data wilayah domisili dari provinsi hingga kelurahan atau desa secara lengkap dan benar.
Langkah 3: Unggah Foto Verifikasi
Siapkan e-KTP dan ambil foto dengan posisi horizontal agar tulisan terbaca jelas. Selanjutnya ambil swafoto atau selfie dengan memegang KTP di samping wajah. Pastikan wajah tidak tertutup dan data di KTP dapat dibaca dengan baik. Unggah kedua foto tersebut ke kolom yang tersedia. Hindari foto buram atau backlight yang membuat tulisan tidak terbaca.
Langkah 4: Tunggu Verifikasi Akun
Klik tombol Buat Akun dan tunggu proses verifikasi dari admin Kemensos. Proses ini biasanya memakan waktu satu kali dua puluh empat jam hingga tiga hari kerja tergantung kepadatan antrean. Notifikasi keberhasilan atau penolakan akan dikirimkan melalui email yang didaftarkan. Jika ditolak, periksa kembali kualitas foto dan kecocokan data.
Langkah 5: Ajukan Usulan BPNT
Setelah akun berhasil diaktivasi, login dan masuk ke halaman utama aplikasi. Pilih menu Daftar Usulan lalu klik tombol Tambah Usulan. Sistem akan menampilkan data diri pemilik akun secara otomatis. Jika ingin mendaftarkan anggota keluarga lain dalam satu KK, pilih opsi Tambah Usulan Keluarga dan isi data kependudukan orang tersebut.
Langkah 6: Pilih Jenis Bantuan dan Lengkapi Data
Pada bagian jenis bantuan yang diajukan, pilih BPNT atau Bantuan Pangan Non Tunai. Isi formulir data kondisi ekonomi keluarga dengan lengkap dan jujur meliputi status pekerjaan, penghasilan, dan tingkat pendidikan seluruh anggota keluarga. Data ini akan digunakan untuk menilai kelayakan keluarga sebagai penerima manfaat.
Langkah 7: Unggah Foto Kondisi Rumah
Aplikasi akan meminta foto kondisi rumah sebagai bahan verifikasi. Ambil foto rumah tampak depan secara utuh yang memperlihatkan atap, dinding, dan lantai dengan jelas. Tambahkan foto kondisi ruang tamu atau bagian dalam rumah. Pastikan pencahayaan cukup terang dan foto mencerminkan kondisi sebenarnya tanpa manipulasi.
Langkah 8: Review dan Kirim Usulan
Sebelum mengirimkan, periksa kembali semua data yang sudah diinput untuk memastikan tidak ada kesalahan. Perhatikan ukuran file foto agar tidak melebihi batas yang ditentukan aplikasi. Jika sudah yakin semua benar, klik tombol Simpan atau Kirim Usulan untuk menyelesaikan proses. Data akan masuk ke sistem dan diproses oleh Dinas Sosial setempat.
Cara Kedua: Via Offline (Melalui Kantor Desa)
Bagi warga yang kesulitan mengakses internet atau tidak memiliki smartphone, pendaftaran dapat dilakukan secara manual melalui perangkat desa. Kunjungi kantor desa atau kelurahan sesuai domisili dengan membawa KTP dan KK asli. Sampaikan maksud untuk mendaftarkan diri sebagai calon penerima BPNT kepada petugas yang bertugas.
Petugas atau pendamping sosial di desa akan membantu menginput data ke dalam sistem kesejahteraan sosial. Usulan akan dibahas dalam forum musyawarah desa yang melibatkan RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk menentukan kelayakan. Hasil musyawarah selanjutnya dikirim ke Dinas Sosial kabupaten atau kota untuk verifikasi berjenjang hingga ke tingkat Kemensos pusat.
Jadwal Pendaftaran dan Pencairan BPNT Februari 2026
Pendaftaran BPNT melalui Aplikasi Cek Bansos dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun tanpa batas waktu tertentu. Sistem terus menerima usulan baru yang akan diproses secara berkala sesuai jadwal pemutakhiran data di masing-masing daerah. Untuk pendaftaran offline, jadwal mengikuti agenda musyawarah desa yang biasanya dilakukan secara periodik setiap tiga bulan.
Pencairan BPNT tahap pertama tahun 2026 diprediksi mulai cair pada akhir Januari hingga Februari secara bertahap. Penyaluran biasanya dilakukan per bulan atau dirapel dua hingga tiga bulan sekali dengan nominal Rp400.000 hingga Rp600.000 per pencairan. Jadwal pasti dapat berbeda-beda di setiap daerah tergantung kesiapan penyalur dan ketersediaan anggaran.
Masyarakat yang sudah terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat aktif disarankan untuk memantau status penyaluran melalui aplikasi atau mengecek saldo di Kartu Keluarga Sejahtera secara berkala. Informasi jadwal pencairan resmi biasanya diumumkan melalui website Kemensos atau disampaikan oleh pendamping sosial di tingkat desa.
Cara Cek Status Pendaftaran BPNT
Cek Via Website Resmi Kemensos
Kunjungi halaman cekbansos.kemensos.go.id menggunakan browser di HP atau komputer. Masukkan data wilayah domisili secara lengkap mulai dari provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan. Ketikkan nama lengkap sesuai yang tertera di KTP pada kolom pencarian. Masukkan kode captcha yang muncul lalu klik tombol Cari Data.
Sistem akan menampilkan hasil pencarian yang menunjukkan apakah nama terdaftar sebagai penerima manfaat. Jika terdaftar, akan muncul informasi jenis bantuan yang diterima beserta status periode penyalurannya. Perhatikan keterangan apakah sedang dalam proses pencairan atau sudah dapat diambil di penyalur terdekat.
Cek Via Aplikasi Cek Bansos
Login ke Aplikasi Cek Bansos menggunakan akun yang sudah terdaftar sebelumnya. Pilih menu Status Usulan atau Cek Bansos pada halaman utama. Masukkan NIK atau nomor Kartu Keluarga untuk melihat detail status kepesertaan. Aplikasi akan menampilkan informasi lengkap termasuk jenis bantuan, nominal yang diterima, dan histori pencairan sebelumnya.
Cek Via Petugas Desa
Kunjungi kantor desa atau kelurahan dan tanyakan status kepesertaan kepada pendamping sosial yang bertugas. Bawa KTP atau KK sebagai identitas untuk pengecekan. Petugas dapat mengakses sistem SIKS-NG untuk melihat status data warga secara real-time dan memberikan informasi jadwal penyaluran di wilayah tersebut.
Tips Penting agar Pendaftaran BPNT Berhasil
Pertama, pastikan koneksi internet stabil saat melakukan pendaftaran online melalui aplikasi. Koneksi yang terputus-putus dapat menyebabkan data gagal terunggah atau proses pendaftaran tidak tersimpan dengan sempurna. Sebaiknya gunakan jaringan WiFi atau pastikan sinyal seluler dalam kondisi baik.
Kedua, siapkan semua dokumen yang diperlukan sebelum memulai proses pendaftaran. Scan atau foto KTP dan KK terlebih dahulu dengan kualitas yang baik agar tidak terburu-buru saat mengisi formulir. Pastikan foto rumah sudah diambil dengan komposisi yang tepat sesuai ketentuan aplikasi.
Ketiga, isi semua data dengan teliti dan jujur sesuai kondisi sebenarnya. Data yang tidak sesuai dengan fakta akan terdeteksi saat verifikasi lapangan dan dapat menyebabkan penolakan permanen. Kejujuran dalam mengisi kondisi ekonomi menjadi kunci agar bantuan tersalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan.
Keempat, simpan bukti pendaftaran atau nomor referensi usulan untuk memudahkan pengecekan status di kemudian hari. Screenshot halaman konfirmasi pengiriman usulan sebagai dokumentasi bahwa proses sudah berhasil dilakukan.
Kelima, jangan percaya pada calo atau pihak yang menjanjikan pendaftaran berbayar dengan jaminan langsung cair. Proses pendaftaran BPNT melalui aplikasi resmi Kemensos sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya. Laporkan oknum yang meminta uang dengan mengatasnamakan program bansos kepada pihak berwenang.
Masalah yang Sering Terjadi dan Solusinya
Masalah pertama adalah gagal membuat akun karena data NIK tidak ditemukan di database Dukcapil. Hal ini biasanya terjadi jika e-KTP belum terekam atau data belum diperbarui. Solusinya adalah mendatangi kantor Dukcapil untuk memastikan status perekaman e-KTP dan melakukan pemutakhiran data jika diperlukan.
Masalah kedua adalah usulan ditolak meskipun merasa memenuhi kriteria sebagai keluarga tidak mampu. Penolakan bisa disebabkan oleh adanya anggota keluarga yang bekerja sebagai ASN atau memiliki penghasilan tercatat di atas UMP. Solusinya adalah memeriksa profil seluruh anggota KK dan mengajukan sanggahan jika merasa terjadi kekeliruan data.
Masalah ketiga adalah foto yang diunggah selalu gagal atau ditolak sistem. Hal ini terjadi karena ukuran file terlalu besar atau format tidak sesuai. Solusinya adalah mengompres ukuran foto terlebih dahulu dan memastikan format file adalah JPG atau PNG sesuai ketentuan aplikasi.
Jika masalah tidak terselesaikan melalui aplikasi, masyarakat dapat menghubungi layanan pengaduan Kemensos di nomor 171 pada hari dan jam kerja. Alternatif lain adalah melapor langsung ke Dinas Sosial kabupaten atau kota untuk mendapatkan bantuan penyelesaian secara manual.
FAQ: Pertanyaan Seputar Pendaftaran BPNT Online
Q1: Apakah pendaftaran BPNT online dikenakan biaya?
Tidak, pendaftaran BPNT melalui Aplikasi Cek Bansos resmi dari Kementerian Sosial sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya apapun. Waspadalah terhadap oknum yang meminta uang dengan dalih mempercepat proses atau menjamin kelulusan. Segala bentuk pungutan liar dapat dilaporkan melalui layanan pengaduan Kemensos.
Q2: Bisakah mendaftarkan anggota keluarga atau tetangga melalui akun sendiri?
Bisa, fitur Daftar Usulan di aplikasi memungkinkan pemilik akun untuk mendaftarkan anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga atau bahkan tetangga yang layak menerima bantuan. Namun, pastikan data yang dimasukkan valid dan dapat dipertanggungjawabkan karena akan melalui proses verifikasi ketat.
Q3: Berapa lama proses dari pendaftaran hingga bantuan cair?
Tidak ada waktu pasti karena tergantung jadwal pemutakhiran data di masing-masing daerah. Umumnya proses verifikasi memakan waktu satu hingga tiga bulan sejak pengajuan hingga penetapan sebagai penerima manfaat. Setelah ditetapkan, pencairan bantuan mengikuti jadwal penyaluran yang berlaku di wilayah tersebut.
Q4: Apa yang harus dilakukan jika usulan ditolak?
Periksa alasan penolakan yang biasanya tertera pada menu status di aplikasi. Jika merasa terjadi kesalahan data, ajukan sanggahan melalui fitur Usul Sanggah dengan menyertakan bukti pendukung. Alternatif lain adalah melapor ke pendamping sosial di kantor desa untuk dilakukan verifikasi ulang secara manual.
Q5: Apakah bisa menerima BPNT sekaligus PKH?
Bisa, jika memenuhi kriteria kedua program tersebut. PKH mensyaratkan adanya komponen tertentu dalam keluarga seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas. Sementara BPNT lebih fokus pada kondisi ekonomi keluarga secara umum. Keluarga yang memenuhi kedua kriteria dapat menerima bantuan dari kedua program sekaligus.
Disclaimer:
Informasi dalam artikel ini bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan media terpercaya lainnya. Kebijakan, prosedur, dan nominal bantuan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan regulasi terbaru dari pemerintah. Untuk informasi terbaru dan paling akurat, pembaca disarankan untuk mengunjungi website resmi cekbansos.kemensos.go.id atau menghubungi Dinas Sosial di daerah masing-masing.
Proses pendaftaran BPNT di tahun 2026 sudah semakin mudah dan transparan berkat digitalisasi sistem Kemensos. Kunci keberhasilan terletak pada kelengkapan dokumen, keakuratan data yang diinput, dan kesabaran dalam menunggu proses verifikasi berjenjang. Pastikan selalu menggunakan aplikasi resmi dan waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan program bansos.
Bagikan informasi ini kepada keluarga, tetangga, atau kerabat yang membutuhkan agar mereka tidak ketinggalan kesempatan mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah. Pantau terus status pendaftaran melalui aplikasi dan jangan ragu untuk bertanya kepada pendamping sosial jika mengalami kendala dalam proses pendaftaran.