Salat Tarawih jadi salah satu ibadah yang banyak dicari saat bulan Ramadan. Meski biasanya dilakukan berjamaah di masjid, nggak semua orang bisa ikut karena berbagai alasan. Tapi tenang, salat Tarawih tetap bisa dilakukan sendiri di rumah kok. Yang penting niatnya ikhlas dan paham tata caranya.
Buat yang belum tahu, salat Tarawih itu salat sunnah yang dikerjakan setelah salat Isya di malam hari saat bulan Ramadan. Biasanya dilakukan sebelum atau sesudah salat Witir. Tapi kalau misalnya salat Witir sudah dikerjakan sebelumnya, salat Tarawih tetap bisa dilanjutkan setelahnya.
Pengertian dan Keutamaan Salat Tarawih
Salat Tarawih berasal dari kata “taraha” yang artinya beristirahat. Disebut begitu karena pelakunya biasanya beristirahat sejenak di antara rakaat-rakaatnya. Salat ini termasuk sunnah Mu’akkad, artinya sangat dianjurkan, terutama saat Ramadan.
Keutamaan salat Tarawih juga banyak banget. Dari segi pahala, salat ini bisa menghapus dosa-dosa kecil, menambah amal kebaikan, dan mempererat hubungan dengan Allah. Rasulullah SAW juga pernah mengingatkan bahwa salat Tarawih bisa jadi penjaga dari siksa kubur.
1. Niat Salat Tarawih
Niat itu penting banget, karena tanpa niat, semua amal jadi gak ada artinya. Niat salat Tarawih bisa dilafalkan dengan niat di hati, tapi juga bisa diucapkan lisan sebagai pengingat diri.
Bacaan niatnya:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Artinya:
Saya berniat salat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
Catatan: Jumlah rakaat bisa disesuaikan, dua rakaat cuma contoh. Bisa juga empat, delapan, atau sampai dua puluh rakaat.
2. Persiapan Sebelum Salat
Sebelum mulai salat, ada beberapa hal yang perlu disiapkan biar salat makin khusyuk dan lancar.
-
Berwudhu dengan benar
Pastikan semua syarat wudhu sudah terpenuhi, dari niat sampai membasuh anggota badan sesuai tata cara. -
Memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat
Pakaian harus menutup aurat sesuai syariat. Untuk laki-laki, aurat dari pusar sampai lutut. Untuk perempuan, seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan. -
Menentukan arah kiblat
Gunakan aplikasi penunjuk kiblat atau kompas agar lebih akurat. -
Menyiapkan mushaf atau doa pendek
Bisa juga pakai doa yang hafal, tapi kalau belum hafal, siapkan mushaf atau doa pendek untuk dibaca di antara rakaat.
3. Tata Cara Pelaksanaan Salat Tarawih
Salat Tarawih bisa dilakukan dua rakaat demi dua rakaat. Misalnya, kalau ingin mengerjakan delapan rakaat, ya kerjakan empat kali dua rakaat. Di setiap akhir dua rakaat, bacalah salam kanan-kiri.
Berikut langkah-langkahnya:
-
Berdiri tegak dan mengangkat tangan untuk takbiratul ihram
Saat mengucapkan takbir, mulailah dengan membaca Surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek. -
Melanjutkan dengan rukun salat seperti biasa
Termasuk ruku’, sujud, dan duduk di antara dua sujud. -
Di akhir rakaat pertama, duduk tasyahud
Tapi salam baru dibaca setelah dua rakaat. -
Setelah dua rakaat, bacalah salam kanan-kiri
Ini menandakan selesainya satu set salat. -
Ulangi langkah-langkah di atas sesuai jumlah rakaat yang diinginkan
Misalnya untuk delapan rakaat, ulangi empat kali.
4. Bacaan yang Dianjurkan dalam Salat Tarawih
Dalam salat Tarawih, setelah membaca Surat Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat-surat pendek dari Al-Qur’an. Bisa surat-surat Makkiyah yang pendek seperti Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Beberapa surat yang sering dibaca:
- Surat Al-Fatihah (wajib di setiap rakaat)
- Surat Al-Baqarah (ayat 285-286)
- Surat Yasin (untuk 10 rakaat terakhir)
- Surat Al-Mulk (dianjurkan di malam hari)
Kalau ingin lebih ringkas, cukup baca Surat Al-Ikhlas tiga kali di setiap rakaat juga sudah cukup.
5. Salat Witir Setelah Tarawih
Setelah selesai salat Tarawih, biasanya dilanjutkan dengan salat Witir. Salat Witir ini wajib hukumnya menurut sebagian ulama, tapi ada juga yang menganggapnya sunnah.
Salat Witir bisa dilakukan tiga rakaat, dua rakaat di awal dan satu rakaat di akhir, atau langsung tiga rakaat sekaligus dengan satu salam di akhir.
6. Doa Setelah Salat Tarawih
Doa setelah salat Tarawih juga sangat dianjurkan. Bisa berupa doa pribadi atau doa yang diriwayatkan dari Nabi SAW.
Contoh doa setelah salat malam:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي وَاجْبُرْنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي وَارْفَعْنِي
Artinya:
Ya Allah, ampunilah aku, kasihani aku, berilah aku petunjuk, cukupkanlah kekuranganku, berilah aku kesehatan, berilah aku rezeki, dan tinggikan derajatku.
Perbandingan Salat Tarawih di Masjid dan di Rumah
| Aspek | Salat Tarawih di Masjid | Salat Tarawih di Rumah |
|---|---|---|
| Kehadiran Imam | Ada | Tidak ada |
| Khusyuk Berjamaah | Lebih mudah | Tergantung diri sendiri |
| Pahala | Lebih besar (berjamaah) | Tetap ada, meski sendiri |
| Kenyamanan | Tergantung kondisi masjid | Lebih fleksibel |
| Waktu Pelaksanaan | Terjadwal | Bisa kapan saja |
Tips Agar Salat Tarawih di Rumah Tetap Khusyuk
-
Siapkan suasana tenang
Matikan gadget, lampu redup, dan hindari gangguan. -
Gunakan waktu yang tepat
Sebaiknya dilakukan setelah salat Isya, saat suasana lebih sepi. -
Gunakan waktu istirahat antara rakaat
Manfaatkan waktu istirahat untuk berdoa atau membaca Al-Qur’an. -
Gunakan musik pengiring (dengan syarat)
Bisa pakai suara adzan atau lantunan Al-Qur’an yang lembut sebagai pengiring. -
Buat target jumlah rakaat
Misalnya 8 atau 20 rakaat, biar lebih terarah.
Syarat dan Rukun Salat Tarawih
Syarat Salat Tarawih
- Sudah masuk waktu salat Isya
- Dalam keadaan suci (berwudhu)
- Menutup aurat
- Menghadap kiblat
- Niat di hati
Rukun Salat Tarawih
- Takbiratul ihram
- Membaca Al-Fatihah
- Ruku’ dan sujud
- Duduk tasyahud akhir
- Salam kanan-kiri
Waktu Pelaksanaan Salat Tarawih
Salat Tarawih dilakukan setelah salat Isya dan sebelum waktu subuh. Waktu paling ideal adalah malam hari menjelang tidur. Tapi kalau sibuk, bisa juga dilakukan sehabis Isya langsung.
Kesimpulan
Salat Tarawih di rumah tetap sah dan pahalanya juga besar, asal dilakukan dengan niat dan sesuai tata cara. Meski nggak ada imam atau makmum, salat ini tetap bisa jadi sarana untuk mendekatkan diri ke Allah, terutama di bulan Ramadan.
Yang penting, jangan sampai kehabisan waktu karena sibuk urusan dunia. Manfaatkan momen Ramadan dengan ibadah sebanyak-banyaknya, salah satunya dengan salat Tarawih.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah tergantung pada pendapat ulama atau kebijakan lokal. Disarankan untuk berkonsultasi dengan sumber resmi atau ulama setempat untuk kepastian dalam pelaksanaan ibadah.