Daftar Komponen PKH: Nominal Bantuan Masing-Masing Kategori 2026

Disclaimer: Informasi nominal dan aturan komponen dalam artikel ini mengacu pada standar Indeks Bantuan Sosial PKH Kementerian Sosial Tahun 2026. Untuk pembaruan status penerima, silakan kunjungi situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.

Menerima kabar bahwa keluarga terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tentu sangat melegakan. Namun, seringkali muncul kebingungan: “Berapa sebenarnya uang yang akan diterima?”

Banyak masyarakat mengira bahwa semua penerima PKH mendapatkan jumlah uang yang sama rata. Faktanya, PKH adalah bantuan sosial bersyarat yang nominalnya sangat personal dan spesifik.

Besaran dana yang ditransfer ke rekening KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) bergantung sepenuhnya pada siapa saja yang ada di dalam Kartu Keluarga (KK) tersebut. Apakah ada ibu hamil? Apakah ada anak SMA? Atau mungkin lansia?

Perbedaan komponen inilah yang membuat jumlah bantuan tetangga sebelah bisa berbeda jauh dengan yang kita terima. Artikel ini akan merinci daftar lengkap komponen PKH beserta nominal bantuan masing-masing kategori di tahun 2026 agar tidak ada lagi salah paham.

💡 Quick Answer: Berapa Nominalnya?

Singkatnya, nominal bantuan dihitung per jiwa (komponen) dengan batas maksimal 4 orang dalam satu KK.

  • Tertinggi: Ibu Hamil & Balita (Rp3.000.000/tahun).
  • Terendah: Anak SD (Rp900.000/tahun).
  • Lainnya: Lansia & Disabilitas (Rp2.400.000/tahun), SMP (Rp1.500.000/tahun), SMA (Rp2.000.000/tahun).

Prinsip Dasar Perhitungan Bantuan PKH

Sebelum masuk ke angka, penting untuk memahami aturan mainnya. Kementerian Sosial menetapkan bahwa bantuan diberikan untuk tiga sektor utama: Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan Sosial.

READ  Jadwal Bansos Sembako: Update Bulan Ini di Seluruh Provinsi

Dalam satu Kartu Keluarga (KK), pemerintah membatasi bantuan hanya untuk maksimal 4 (empat) orang anggota keluarga.

Sistem akan secara otomatis memilih 4 komponen dengan nominal tertinggi atau prioritas utama. Jadi, jika dalam satu rumah ada 7 orang yang memenuhi syarat, tetap hanya 4 orang yang dihitung bantuannya.

Rincian Nominal Bantuan Per Komponen 2026

Berikut adalah tabel lengkap besaran bantuan yang diterima KPM, baik hitungan per tahun maupun per tahap pencairan (triwulan):

Kategori Komponen Per Tahap (3 Bulan) Total Per Tahun
🤰 Ibu Hamil/Nifas Rp750.000 Rp3.000.000
👶 Anak Usia Dini (0-6 Thn) Rp750.000 Rp3.000.000
🎓 Siswa SD / Sederajat Rp225.000 Rp900.000
🎓 Siswa SMP / Sederajat Rp375.000 Rp1.500.000
🎓 Siswa SMA / Sederajat Rp500.000 Rp2.000.000
👵 Lanjut Usia (>70 Thn) Rp600.000 Rp2.400.000
♿ Penyandang Disabilitas Berat Rp600.000 Rp2.400.000

Catatan: Khusus untuk komponen Ibu Hamil dibatasi maksimal kehamilan ke-2. Lansia dan Disabilitas dibatasi maksimal 2 orang dalam satu KK.

Simulasi Hitungan dalam Satu Keluarga

Agar lebih jelas, mari kita coba hitung berapa total bantuan yang diterima oleh dua keluarga yang berbeda kondisinya.

Contoh Kasus 1: Keluarga Muda

  • Anggota: Ayah, Ibu (Sedang Hamil), Anak Pertama (Balita 3 tahun).
  • Komponen yang dihitung: 1 Ibu Hamil + 1 Balita.
  • Total per tahap: Rp750.000 + Rp750.000 = Rp1.500.000.

Contoh Kasus 2: Keluarga Besar

  • Anggota: Nenek (75 tahun), Ibu, Anak 1 (SMA), Anak 2 (SD).
  • Komponen yang dihitung: 1 Lansia + 1 Anak SMA + 1 Anak SD.
  • Total per tahap: Rp600.000 + Rp500.000 + Rp225.000 = Rp1.325.000.

Syarat Agar Komponen Cair

Hanya memiliki anggota keluarga tersebut tidak menjamin uang cair. Ada syarat administrasi dan kewajiban yang harus dipenuhi:

  1. Ibu Hamil & Balita: Wajib rutin ke Posyandu/Puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan dan imunisasi. Data kehamilan harus tercatat di bidan.
  2. Anak Sekolah: Wajib terdaftar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) sekolah. Tingkat kehadiran di kelas minimal 85%. Jika sering bolos, bantuan bisa dipotong.
  3. Lansia: Wajib memiliki e-KTP dengan usia tercatat di atas 70 tahun dan satu KK dengan pengurus PKH.
  4. Disabilitas Berat: Wajib ada surat keterangan/asesmen yang menyatakan ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
READ  Daftar Dokumen PKH 2026: Berkas Lengkap untuk Pengajuan Baru di Kemensos

Mengapa Nominal Bisa Berubah?

Banyak KPM kaget karena tiba-tiba nominal bantuannya turun drastis. Hal ini biasanya disebabkan oleh perubahan status komponen.

  • Graduasi Jenjang: Anak yang tadinya Balita (Rp750rb) masuk SD (Rp225rb). Nominalnya otomatis turun drastis.
  • Lulus Sekolah: Anak kelas 12 SMA yang sudah lulus di pertengahan tahun otomatis dicoret dari komponen pendidikan.
  • Data Tidak Padan: Jika NIK salah satu anggota keluarga bermasalah di Dukcapil, sistem akan membatalkan komponen tersebut sementara waktu.

FAQ: Pertanyaan Seputar Nominal PKH

Apakah bantuan anak SMK sama dengan SMA?

Ya, sama. Jenjang pendidikan menengah atas (SMA, SMK, MA, atau Paket C) mendapatkan nominal yang setara yaitu Rp500.000 per tahap.

Kalau punya anak kembar balita, apakah dihitung dua?

Ya, dihitung dua komponen selama kuota maksimal 4 orang dalam KK belum terpenuhi. Jadi, ibu akan menerima Rp750.000 x 2 = Rp1.500.000 per tahap untuk si kembar.

Apakah uangnya harus diambil semua sekaligus?

Tidak harus. Karena masuk ke rekening tabungan, KPM bisa mengambil seperlunya saja. Namun, disarankan untuk melakukan transaksi (minimal cek saldo) agar rekening tidak dianggap pasif (dormant) oleh bank.

Kesimpulan

Mengetahui daftar komponen dan nominal PKH sangat penting agar KPM bisa mengecek apakah hak yang diterima sudah sesuai atau belum. Transparansi ini membantu keluarga merencanakan penggunaan dana bantuan dengan lebih bijak untuk kebutuhan gizi dan pendidikan.

Pastikan data administrasi kependudukan Anda selalu up-to-date agar perhitungan komponen oleh sistem Kemensos tetap akurat.

Punya pertanyaan soal perhitungan komponen keluarga Anda? Tulis di kolom komentar, mari kita diskusi bersama!

Tinggalkan komentar