MotoGP Thailand 2026: Marc Marquez Sebut Ducati GP26 Masih Menantang Adaptasi!

Marc Marquez mengakui masih dalam tahap adaptasi dengan Ducati GP26 jelang balapan MotoGP Thailand 2026. Meski berhasil finis di posisi kedua dalam sesi latihan bebas pertama, pembalap juara bertahan mengaku belum sepenuhnya nyaman dengan karakter motor pabrikan Italia itu.

Perbedaan gaya balap dan karakter mesin menjadi tantangan tersendiri. Marquez menyebut dirinya belum bisa berkendara secara “otomatis” seperti biasanya. Ia menyadari bahwa proses penyesuaian ini membutuhkan waktu dan kerja keras tim.

Performa Awal Ducati GP26 di Buriram

Sesi latihan hari pertama di Sirkuit Buriram menunjukkan bahwa Aprilia menjadi yang tercepat, dengan Marco Bezzecchi mencatat waktu terbaik. Marc Marquez tertinggal lebih dari 0,4 detik di belakangnya, meski tetap mampu menempati posisi kedua.

Pencapaian itu terasa manis mengingat kondisi fisik dan adaptasi yang belum maksimal. Namun, Marquez menilai bahwa kecepatan Aprilia masih jadi patokan utama untuk mengukur performa timnya di seri pembuka musim ini.

1. Adaptasi Gaya Balap dengan Karakter Baru

Salah satu tantangan utama yang dihadapi Marquez adalah penyesuaian gaya balap dengan karakter Ducati GP26. Motor ini memiliki respons yang berbeda dibandingkan motor yang pernah dikendarainya sebelumnya.

READ  Saham Telkom Indonesia Turun, IHSG Melemah di Sesi I!

Ia menyebut bahwa pengendaraan belum terasa alami. Meski begitu, Marquez tetap optimistis bisa menemukan kenyamanan seiring berjalannya sesi latihan.

2. Gunakan Spesifikasi Aerodinamika Lama

Untuk mengurangi beban pada bahu kanan yang masih pulih dari cedera, Marquez memilih menggunakan paket aerodinamika versi 2024. Pilihan ini memberikan kenyamanan tambahan, namun juga membutuhkan penyesuaian teknik berkendara.

Konfigurasi ini memengaruhi cara ia memasuki tikungan dan mengatur kecepatan di lintasan lurus. Meski bukan solusi jangka panjang, pilihan ini dianggap strategis untuk tahap awal musim.

3. Perbedaan Ban dan Kondisi Sirkuit

Selain mesin dan aerodinamika, karakter ban juga turut memengaruhi performa. Marquez menyebut bahwa ban yang digunakan belum sepenuhnya cocok dengan gaya balapnya.

Ditambah lagi kondisi lintasan di Buriram yang memiliki karakter unik, seperti suhu permukaan yang tinggi dan grip yang berubah-ubah, membuat proses adaptasi semakin kompleks.

Tantangan Cuaca dan Strategi Ban

Sesi latihan dibuka dengan cuaca yang cukup tidak menentu. Ancaman hujan membuat tim harus lebih hati-hati dalam menentukan strategi ban dan waktu attack.

1. Risiko Awal dengan Ban Medium

Marc Marquez memulai sesi dengan ban belakang medium, pilihan yang cukup berisiko mengingat kondisi lintasan yang belum optimal. Hasilnya, ia sempat keluar dari posisi 10 besar.

Keputusan ini diambil untuk menguji performa ban dalam kondisi lintasan yang sedang mengering. Namun, strategi ini hampir membuatnya gagal lolos langsung ke Q2.

2. Time Attack di Akhir Sesi

Menjelang akhir sesi, Marquez dan tim melakukan pergantian ban ke soft compound. Langkah ini membuahkan hasil, dengan catatan waktu yang cukup baik untuk menempatinya di posisi kedua.

Keberhasilan ini dianggap sebagai keberuntungan, terutama karena hujan tidak turun lebih deras seperti yang terjadi di kelas Moto2.

READ  Alex Marquez Siap Geser Bagnaia Jadi Rival Utama Marc di MotoGP 2026? Neil Hodgson Buka Suara!

3. Kondisi Cuaca Jadi Faktor Penentu

Cuaca yang tidak stabil membuat banyak tim harus mengambil keputusan cepat. Marquez menyebut bahwa keberhasilan di sesi ini juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti timing pergantian ban dan intensitas hujan.

Performa Tim Ducati secara Keseluruhan

Meski Marc Marquez tampil kompetitif, rekan setimnya Francesco Bagnaia justru kesulitan. Bagnaia hanya finis di posisi ke-15 dan gagal lolos langsung ke Q2.

1. Bagnaia Gagal Tembus Q2

Performa Bagnaia yang mengecewakan menjadi sorotan. Ia mengalami kesulitan dalam menemukan ritme berkendara yang stabil sepanjang sesi.

Masalah ini diduga berkaitan dengan setup motor yang belum optimal. Tim harus bekerja ekstra untuk memperbaikinya menjelang sesi kualifikasi.

2. Fokus Tim pada Penyetelan Motor

Ducati Lenovo Team saat ini fokus pada penyetelan motor agar lebih sesuai dengan gaya masing-masing pembalap. Marquez menekankan pentingnya menemukan setup yang nyaman untuk mengejar ketertinggalan dari Aprilia dan rival lainnya.

3. Optimisme Menjelang Q2

Meski belum tampil maksimal, Marquez tetap optimistis bisa meningkatkan performa di sesi kualifikasi. Ia menyebut bahwa potensi motor masih besar dan hanya perlu sedikit penyetelan untuk mencapai level terbaik.

Prediksi Ketat di MotoGP Thailand 2026

MotoGP Thailand 2026 diprediksi akan menjadi balapan yang sangat ketat. Banyak pabrikan menunjukkan performa kompetitif sejak hari pertama, termasuk Aprilia, Honda, dan Yamaha.

1. Aprilia Jadi Ancaman Utama

Kecepatan Marco Bezzecchi di sesi latihan menunjukkan bahwa Aprilia datang dengan persiapan matang. Mereka tampak unggul dalam hal aerodinamika dan manajemen ban.

2. Ducati Harus Cepat Adaptasi

Ducati perlu bekerja cepat untuk menutup gap dengan Aprilia. Marquez menyebut bahwa setiap kesalahan kecil bisa berdampak besar dalam balapan yang ketat seperti ini.

READ  Aprilia Kuasai MotoGP Thailand 2026 Hari Pertama, Siapa Saja Pembalap yang Lolos ke Q2?

3. Potensi Balapan Seru

Dengan banyaknya pembalap yang tampil kompetitif, balapan MotoGP Thailand 2026 diprediksi akan memberikan aksi menarik. Semua poin akan sangat berharga di awal musim.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga tanggal publikasi. Jadwal, hasil sesi latihan, dan kondisi tim dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan teknis dan kondisi cuaca di lapangan.

Tinggalkan komentar