Niat Sholat Tarawih Sendiri, Berjamaah Lengkap Arab, Latin dan Artiinya

Shalat Tarawih adalah ibadah khusus yang rutin dilakukan umat Muslim di bulan Ramadan. Ibadah ini biasanya dilakukan setelah shalat isya, dan memiliki keutamaan yang sangat besar. Meski bisa dikerjakan sendiri, shalat Tarawih lebih utama dilakukan secara berjamaah di masjid. Namun, tak sedikit juga yang memilih melaksanakannya di rumah karena berbagai pertimbangan.

Setelah menyelesaikan shalat Tarawih, ada bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca. Doa ini tidak hanya sebagai penutup ibadah, tapi juga sebagai bentuk syukur dan permohonan ampunan kepada Allah SWT. Bacaan doa setelah Tarawih biasanya diambil dari kitab-kitab hadis dan dzikir, seperti kitab Riyadhus Shalihin dan beberapa riwayat dari para sahabat Nabi.

Bacaan Doa Setelah Shalat Tarawih

Doa setelah shalat Tarawih memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang shalat di malam Ramadan dengan iman dan iktikad, maka dosa-dosanya akan diampuni. Dengan membaca doa setelah Tarawih, seseorang semakin menambah kekhusyukan dan ketundukan hati kepada Allah.

Berikut adalah beberapa bacaan doa yang biasa dibaca setelah shalat Tarawih, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya.

1. Doa Penutup Shalat Malam

Setelah menyelesaikan shalat Tarawih, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa penutup shalat malam. Doa ini merupakan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan biasa dibaca sebagai penutup ibadah malam.

READ  Cara Mudah Cek Bansos Februari 2026 via HP di cekbansos.kemensos.go.id

Arab:
اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Latin:
Allahumma laka sajadtu wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu, tabarokallahu ahsanul khaliqin.

Artinya:
Ya Allah, hanya untuk-Mu aku sujud, dan hanya kepada-Mu aku beriman, dan hanya kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku sujud kepada Tuhan yang menciptakannya, membentuknya, memberi pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta.

2. Doa Memohon Ampunan

Setelah shalat Tarawih, umat Muslim juga dianjurkan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Doa ini merupakan bentuk pengakuan atas dosa-dosa yang telah dilakukan serta permohonan maaf yang tulus.

Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي

Latin:
Allahummaghfirli wa rahmani wa hidni wa ‘afini wa arzuqni.

Artinya:
Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan, dan berilah aku rezeki.

3. Doa Memohon Perlindungan

Selain memohon ampunan, umat Muslim juga dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala bentuk kejahatan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin:
Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazani, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasali, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhli, wa a’udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijal.

Artinya:
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari kepengecutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari tekanan hutang dan penindasan manusia.

READ  Panduan Lengkap Tarawih 2026: Niat, Bacaan, dan Doa Setelahnya yang Benar

Keutamaan Membaca Doa Setelah Shalat Tarawih

Doa setelah shalat Tarawih bukan sekadar ritual penutup ibadah. Ada keutamaan besar yang bisa diraih, terutama jika dibaca dengan khusyuk dan penuh keyakinan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa doa seorang hamba pada sepertiga malam terakhir sangat mustajab.

Selain itu, membaca doa setelah Tarawih juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara hamba dan Rabb-nya. Dalam suasana malam yang tenang dan sunyi, hati lebih mudah terbuka untuk berdzikir dan memohon ampunan.

Tips Membaca Doa Setelah Shalat Tarawih

Agar doa yang dibaca lebih bermakna dan diterima, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa tips yang bisa membantu meningkatkan kualitas doa setelah shalat Tarawih.

1. Baca dengan Khusyuk

Khusyuk adalah kunci utama agar doa diterima. Saat membaca doa, sebaiknya fokus pada makna dan maknanya, bukan sekadar mengucapkan kata-kata.

2. Pahami Arti Doa

Memahami arti doa yang dibaca membuat seseorang lebih mudah menghayati maknanya. Ini juga membantu dalam meningkatkan kekhusyukan dan konsentrasi.

3. Baca dengan Tartil

Membaca doa dengan tartil atau pelan-pelan sesuai tajwid membuat doa lebih bermakna. Selain itu, hal ini juga memudahkan untuk mengingat dan memahami maknanya.

4. Baca di Tempat yang Tenang

Memilih tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca doa membuat suasana hati lebih kondusif. Tempat yang tenang membantu meningkatkan konsentrasi dan kekhusyukan.

Perbandingan Doa Setelah Tarawih Berdasarkan Sumber

Berikut tabel perbandingan beberapa doa yang biasa dibaca setelah shalat Tarawih, berdasarkan sumber dan keutamaannya.

No Doa Sumber Keutamaan
1 Doa Penutup Shalat Malam Riyadhus Shalihin Meningkatkan rasa syukur dan ketaatan
2 Doa Memohon Ampunan Hadis Riwayat Muslim Mohon ampunan dosa
3 Doa Memohon Perlindungan Hadis Riwayat Bukhari Lindungi dari kejahatan dan tekanan

Niat Shalat Tarawih Sendiri dan Berjamaah

Sebelum melaksanakan shalat Tarawih, penting untuk memiliki niat yang jelas. Niat ini bisa dibaca sendiri atau berjamaah, tergantung kondisi dan situasi. Berikut adalah niat shalat Tarawih lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya.

READ  Jadwal Buka Puasa Pekanbaru 23 Februari 2026 + Doa Berbuka Lengkap

1. Niat Shalat Tarawih Sendiri

Arab:
نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shalata tarawihii rak’ataini sunnata ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya:
Aku berniat shalat Tarawih dua rakaat sunnah Ramadan karena Allah SWT.

2. Niat Shalat Tarawih Berjamaah

Arab:
نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى مَأْمُومًا

Latin:
Nawaitu shalata tarawihii rak’ataini sunnata ramadhana lillahi ta’ala ma’muman.

Artinya:
Aku berniat shalat Tarawih dua rakaat sunnah Ramadan karena Allah SWT sebagai makmum.

Perbedaan Shalat Tarawih Sendiri dan Berjamaah

Shalat Tarawih bisa dilakukan sendiri maupun berjamaah. Meski sama-sama memiliki keutamaan, ada beberapa perbedaan yang perlu diketahui.

1. Keutamaan

Shalat Tarawih berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar karena dilakukan bersama umat Muslim lainnya. Namun, shalat sendiri juga sah dan memiliki keutamaan tersendiri.

2. Konsentrasi

Shalat sendiri bisa memberikan konsentrasi yang lebih tinggi karena tidak terganggu oleh orang lain. Namun, shalat berjamaah memberikan rasa kebersamaan dan semangat ibadah.

3. Waktu

Shalat Tarawih berjamaah biasanya lebih lama karena menunggu waktu yang pas dan persiapan jamaah. Sedangkan shalat sendiri bisa dilakukan kapan saja selama malam Ramadan.

Syarat dan Rukun Shalat Tarawih

Agar shalat Tarawih sah dan diterima, ada beberapa syarat dan rukun yang harus dipenuhi. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

1. Syarat Shalat Tarawih

  • Telah memasuki waktu shalat isya
  • Sudah bersuci (wudhu atau mandi junub)
  • Menutup aurat
  • Menghadap kiblat

2. Rukun Shalat Tarawih

  • Niat
  • Takbiratul ihram
  • Berdiri (bagi yang mampu)
  • Membaca Surat Al-Fatihah
  • Rukuk dan sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Tasyahud akhir
  • Salam

Kesimpulan

Shalat Tarawih adalah ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Setelah melaksanakannya, membaca doa merupakan bentuk syukur dan permohonan ampunan. Doa yang dibaca bisa bermacam-macam, tergantung sumber dan keutamaannya.

Memahami niat, syarat, dan rukun shalat Tarawih juga penting agar ibadah ini sah dan diterima. Baik dilakukan sendiri maupun berjamaah, shalat Tarawih memiliki keutamaan yang besar jika dilakukan dengan khusyuk dan ikhlas.

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan referensi umum dan kitab-kitab hadis. Beberapa bacaan dan keutamaan bisa berbeda tergantung mazhab atau pendapat ulama. Data dan informasi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan ilmu dan tafsiran.

Tinggalkan komentar