Shalat Tarawih menjadi bagian penting dalam ibadah Ramadan, khususnya di malam hari setelah shalat isya. Shalat ini tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena membawa pahala besar bagi yang melaksanakannya dengan khusyuk. Tarawih biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, meski bisa juga di rumah.
Meski sering dilakukan, tidak semua orang paham tata cara dan bacaan niat yang benar. Mulai dari niat shalat Tarawih hingga Witir, serta doa setelahnya, semuanya memiliki makna dan tata cara tersendiri. Panduan ini akan membahas secara lengkap dan sistematis agar ibadah malam Ramadan makin khusyuk dan sesuai tuntunan.
Pengertian dan Keutamaan Shalat Tarawih
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadan. Nama "Tarawih" berasal dari kata "istirahat", karena shalat ini dilakukan dengan beberapa rakaat yang diistirahatkan di antaranya. Shalat ini biasanya dilakukan setelah shalat isya dan sebelum shalat witir.
Keutamaan shalat Tarawih sangat besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa shalat Tarawih di Ramadan dengan iman dan harapan mendapat pahala, maka dosa-dosanya akan diampuni. Ini menunjukkan bahwa shalat ini bukan sekadar gerakan fisik, tetapi juga sarana spiritual untuk mendekatkan diri pada Allah.
Tata Cara Shalat Tarawih
Shalat Tarawih bisa dilakukan dengan jumlah rakaat yang berbeda-beda, tergantung mazhab dan kebiasaan setempat. Ada yang melaksanakan 8 rakaat, ada juga yang 20 rakaat. Namun, intinya tetap sama: dilakukan dengan niat, khusyuk, dan mengikuti tata cara yang benar.
1. Niat Shalat Tarawih
Niat adalah syarat sahnya shalat. Niat shalat Tarawih dilakukan di hati, tidak perlu diucapkan. Namun, bagi yang ingin mengucapkannya, berikut adalah bacaan niat shalat Tarawih:
نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shalata tatarawih rak’ataini rak’ataini lillahi ta’ala
Artinya: "Saya berniat shalat Tarawih dua rakaat dua rakaat karena Allah SWT."
2. Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih
Setelah niat, pelaksanaan shalat Tarawih dilakukan seperti shalat sunnah pada umumnya. Berikut langkah-langkahnya:
- Berdiri tegak menghadap kiblat.
- Mengangkat tangan saat takbiratul ihram.
- Membaca Surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek.
- Rukuk dan sujud seperti biasa.
- Melanjutkan ke rakaat kedua.
- Setelah selesai dua rakaat, duduk di antara dua sujud untuk membaca tasyahud.
- Berdiri kembali untuk dua rakaat berikutnya, dan seterusnya.
3. Shalat Witir Setelah Tarawih
Shalat witir dilakukan setelah shalat Tarawih. Witir biasanya terdiri dari 1, 3, atau 5 rakaat. Paling umum adalah 3 rakaat. Bacaan niat shalat witir:
نَوَيْتُ صَلَاةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shalata al-witr tsalatsa raka’atin lillahi ta’ala
Artinya: "Saya berniat shalat witir tiga rakaat karena Allah SWT."
Shalat witir diakhiri dengan salam dan doa qunut. Doa qunut dibaca setelah rukuk pada rakaat terakhir witir.
Doa Setelah Shalat Tarawih
Setelah selesai shalat Tarawih dan witir, biasanya umat Islam membaca doa atau dzikir. Ini adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Beberapa doa yang sering dibaca antara lain:
-
Doa Qunut Witir
Allahumma ihdini feeman hadayta…
(Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama mereka yang Engkau beri petunjuk…) -
Doa Setelah Shalat Malam
Subhanalladzi asra bi’abdihi lailan min al-masjid al-haram…
(Maha Suci Tuhan yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari…) -
Dzikir Setelah Shalat
- Subhanallah (33x)
- Alhamdulillah (33x)
- Allahu Akbar (34x)
Waktu Pelaksanaan Shalat Tarawih
Waktu pelaksanaan shalat Tarawih dimulai setelah shalat isya dan sebelum shalat subuh. Namun, waktu terbaik adalah ketika malam telah larut dan suasana lebih tenang. Ini membantu meningkatkan konsentrasi dan khusyuk.
Di masjid-masjid besar, shalat Tarawih biasanya dimulai sekitar 15-30 menit setelah adzan isya. Di beberapa tempat, ada juga yang mengadakan Tarawih lebih awal agar sesuai dengan jadwal jamaah.
Perbedaan Mazhab dalam Shalat Tarawih
Berikut adalah perbedaan jumlah rakaat Tarawih menurut mazhab-mazhab dalam Islam:
| Mazhab | Jumlah Rakaat Tarawih |
|---|---|
| Mazhab Hanafi | 20 rakaat |
| Mazhab Maliki | 36 rakaat |
| Mazhab Syafi’i | 8 atau 20 rakaat |
| Mazhab Hambali | 8 atau 20 rakaat |
Perbedaan ini tidak menjadi masalah selama tetap mengikuti tata cara yang benar dan dilakukan dengan niat ikhlas.
Tips agar Shalat Tarawih Lebih Khusyuk
Khusyuk adalah inti dari shalat. Tanpa khusyuk, shalat bisa jadi sekadar gerakan fisik. Berikut beberapa tips agar shalat Tarawih lebih khusyuk:
1. Datang Lebih Awal ke Masjid
Datang lebih awal membantu menenangkan pikiran dan menyiapkan diri secara mental sebelum shalat dimulai.
2. Fokus pada Bacaan dan Gerakan
Hindari mengobrol atau melihat ke sekeliling. Fokuslah pada bacaan dan gerakan shalat.
3. Membaca Terjemahan Surat Pendek
Memahami makna surat yang dibaca membantu meningkatkan konsentrasi dan khusyuk.
4. Menjaga Kesehatan Fisik
Pastikan tubuh dalam kondisi fit. Minum cukup dan istirahat yang cukup agar tidak mengantuk saat shalat.
5. Membaca Doa dengan Penuh Keyakinan
Doa setelah shalat adalah waktu mustajab. Bacalah dengan keyakinan dan harapan yang tulus.
Syarat dan Rukun Shalat Tarawih
Agar shalat Tarawih sah dan diterima, ada beberapa syarat dan rukun yang harus dipenuhi.
Syarat Shalat Tarawih
- Sudah memasuki waktu shalat (setelah isya)
- Menutup aurat
- Bersuci dari hadas besar dan kecil
- Menghadap kiblat
- Niat di hati
Rukun Shalat Tarawih
- Takbiratul ihram
- Berdiri jika mampu
- Membaca Al-Fatihah
- Rukuk
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Tertib (urutan gerakan shalat)
- Tasyahud akhir
- Salam
Kesalahan Umum dalam Shalat Tarawih
Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka melakukan kesalahan kecil dalam shalat Tarawih. Kesalahan ini bisa mengurangi pahala atau bahkan membatalkan shalat.
1. Membaca Niat dengan Lantang
Niat shalat hanya di hati. Membacanya dengan lantang bukan bagian dari shalat.
2. Mengangkat Tangan Berulang kali
Tangan hanya diangkat saat takbiratul ihram dan saat berdiri setelah rukuk.
3. Tidak Membaca Al-Fatihah
Membaca Al-Fatihah adalah rukun shalat. Tanpa itu, shalat tidak sah.
4. Terburu-buru dalam Gerakan
Gerakan shalat harus tenang dan khidmat. Terburu-buru menunjukkan kurangnya khusyuk.
5. Tidak Menutup Aurat dengan Benar
Aurat harus tertutup selama shalat. Pakaian yang tipis atau tidak menutup sempurna tidak memenuhi syarat.
Doa Qunut Witir Lengkap
Doa qunut dibaca pada rakaat terakhir shalat witir. Ini adalah doa yang sangat mustajab. Berikut bacaan lengkapnya:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ …
Latin: Allahumma ihdini feeman hadayta, wa ‘aafini feeman ‘afayta…
Artinya:
"Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama mereka yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku kesehatan bersama mereka yang Engkau beri kesehatan…"
Doa ini dilanjutkan dengan permohonan ampunan, rahmat, dan perlindungan dari segala keburukan.
Penutup
Shalat Tarawih adalah ibadah yang penuh berkah. Dengan memahami tata cara, niat, dan doa yang benar, ibadah ini bisa menjadi sarana mendekatkan diri pada Allah. Jangan lupa untuk menjaga khusyuk dan konsistensi dalam melaksanakannya sepanjang Ramadan.
Disclaimer: Panduan ini disusun berdasarkan referensi umum dan mazhab yang berlaku. Beberapa praktik bisa berbeda tergantung daerah atau mazhab. Data dan informasi bisa berubah seiring perkembangan waktu dan tafsir.