Saham Telkom Indonesia Turun, IHSG Melemah di Sesi I!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir di sesi perdagangan pagi hari ini, Rabu (4/2/2026). Setelah sempat membuka di zona hijau, indeks akhirnya terperosok ke level 8.079,32. Penurunan ini setara dengan minus 0,53 persen atau sekitar 43,28 poin. Pergerakannya cukup fluktuatif sepanjang sesi pertama, menunjukkan bahwa investor masih menunggu sentimen kuat dari pasar.

Dari data Bursa Efek Indonesia, terlihat bahwa lebih banyak saham yang berada di zona merah. Tepatnya, 450 saham turun, 275 saham naik, dan 233 saham lainnya stagnan. Volume transaksi mencapai 28,41 miliar saham senilai Rp 14,57 triliun dalam 1,85 juta kali transaksi. Angka ini cukup tinggi dan menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup sibuk di paruh pertama hari ini.

Pergerakan IHSG dan Sentimen Pasar

Perdagangan hari ini dimulai dengan optimisme. IHSG sempat naik ke level 8.194,68 atau naik 0,89 persen. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual mulai terasa sejak pertengahan pagi. Pukul 10.00 WIB, indeks sempat kembali ke zona hijau, tapi gagal bertahan hingga akhir sesi I.

Kondisi ini menunjukkan bahwa investor masih ragu-ragu. Banyak yang memilih menahan diri dari transaksi besar sebelum ada isyarat kuat dari pasar atau kebijakan makroekonomi. Sentimen global juga belum sepenuhnya mendukung, terutama dari data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis semalam.

READ  Bonus Rp100 Ribu Menanti PNS dan CPNS! Aktifkan ReadyCash Sekarang Juga!

Sektor yang Mempengaruhi IHSG

1. Sektor Konsumen Non-Primer Terperosok 4,01 Persen

Sektor konsumen non-primer menjadi penyumbang penurunan terdalam. Penurunan sebesar 4,01 persen menunjukkan bahwa investor mulai menjauh dari saham konsumer yang sensitif terhadap daya beli masyarakat. Ini bisa jadi cerminan dari kekhawatiran akan perlambatan ekonomi domestik.

2. Sektor Teknologi dan Industri Ikut Melemah

Sektor teknologi juga tidak mampu bertahan, terkoreksi 2,57 persen. Sektor industri dan properti masing-masing turun 1,85 persen. Penurunan ini bisa terkait dengan sentimen global yang kurang mendukung, terutama dari sektor teknologi yang saat ini sedang menghadapi regulasi ketat di beberapa negara maju.

3. Sektor Bahan Baku Jadi Penopang

Berbeda dengan sektor lain, bahan baku justru menjadi penopang utama indeks dengan penguatan 3,68 persen. Sektor ini didorong oleh saham-saham pertambangan seperti Amman Mineral (AMMN) dan Vale Indonesia (INCO). Saham AMMN sendiri naik 5,45 persen atau 375 poin ke level 7.250.

4. Sektor Finansial dan Kesehatan Naik Tipis

Sektor finansial naik 0,97 persen, diikuti sektor kesehatan yang naik 0,77 persen. Saham-saham perbankan seperti BBRI, BMRI, BRIS, dan BBTN kebanyakan berada di zona hijau. BRIS bahkan mencatatkan kenaikan cukup signifikan sebesar 5,86 persen.

Saham Pemberat dan Penopang Indeks

1. Telkom Indonesia (TLKM) Jadi Pemberat Utama

Saham Telkom Indonesia (TLKM) menjadi pemberat terbesar IHSG dengan kontribusi minus 17,88 poin. Saham ini terus tertekan sepanjang sesi pertama, menunjukkan bahwa investor mulai menjual saham-saham blue-chip yang dianggap overvalued.

2. Saham Lain yang Menekan Indeks

Selain TLKM, beberapa saham lain juga ikut menekan indeks. Di antaranya adalah MD Entertainment (FILM), Dian Swastatika Sentosa (DSSA), dan Mora Telematika Indonesia (MORA). Saham-saham ini sebagian besar berasal dari sektor teknologi dan hiburan yang saat ini sedang menghadapi tekanan dari investor.

READ  Cara Mudah Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp290.000 dari Aplikasi Terbaru 2026 yang Wajib Dicoba!

3. Saham Penopang Indeks

Di sisi lain, saham pertambangan seperti AMMN dan INCO menjadi penopang utama. Saham AMMN sendiri menyumbang 11,38 poin bagi IHSG. Ini menunjukkan bahwa investor lebih memilih saham komoditas yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian pasar.

Kapitalisasi Pasar dan Volume Transaksi

Kapitalisasi pasar IHSG pada sesi I tercatat di level Rp 14.589 triliun. Volume transaksi yang tinggi menunjukkan bahwa investor masih aktif bertransaksi meskipun dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Ini bisa menjadi tanda bahwa investor sedang mencari peluang di tengah koreksi pasar.

Tabel Pergerakan Sektor

Sektor Perubahan (%)
Bahan Baku +3,68%
Finansial +0,97%
Kesehatan +0,77%
Teknologi -2,57%
Industri -1,85%
Properti -1,85%
Konsumen Non-Primer -4,01%

Penutup

Pergerakan IHSG hari ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang masih tinggi. Investor tampaknya lebih memilih saham komoditas dan perbankan yang dianggap lebih stabil. Sementara itu, saham teknologi dan konsumer justru menjadi sasaran jual. Kondisi ini bisa berlanjut hingga sesi II tergantung pada sentimen global dan data makroekonomi yang akan dirilis sore ini.

Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pasar. Pergerakan harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi makroekonomi, sentimen global, dan kebijakan moneter.

Tinggalkan komentar