Harga emas global terus menunjukkan tren penguatan yang luar biasa menjelang awal 2026. Di penghujung tahun 2025, harga emas dunia bahkan berhasil menembus rekor tertinggi di angka USD 4.400 per troy ounce atau setara dengan kisaran Rp 2,37 juta per gram. Fenomena ini didorong oleh aksi beli masif dari bank sentral di berbagai negara serta dinamika geopolitik yang semakin tidak menentu di kancah internasional.
Di tengah gejolak pasar global tersebut, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) tampil dengan strategi yang sangat terukur melalui penguatan program hilirisasi emas domestik. Perusahaan ini telah menyiapkan infrastruktur pemurnian berkapasitas besar untuk menghadapi kebijakan pajak ekspor emas yang direncanakan berlaku mulai tahun 2026. Langkah strategis ini menjadikan HRTA sebagai salah satu pemain industri yang paling siap menghadapi perubahan regulasi.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang strategi hilirisasi yang dijalankan HRTA, dampak kebijakan pajak ekspor terhadap industri emas nasional, serta prospek investasi emas yang tetap menjanjikan di tahun 2026. Informasi ini penting bagi investor, pelaku usaha, dan masyarakat umum yang ingin memahami dinamika pasar emas terkini.
Mengenal Hilirisasi Emas dan Kebijakan Pajak Ekspor 2026
Hilirisasi emas adalah proses pengolahan emas dari bentuk bahan mentah menjadi produk jadi bernilai tambah tinggi seperti perhiasan, emas batangan bersertifikat, dan komponen industri yang dilakukan di dalam negeri. Konsep ini merupakan bagian dari kebijakan besar pemerintah Indonesia dalam mendorong industrialisasi sumber daya alam agar tidak hanya diekspor sebagai komoditas mentah.
Mulai tahun 2026, pemerintah berencana menerapkan pajak ekspor emas dengan besaran antara 7,5 persen hingga 15 persen, tergantung pada tingkat pemrosesan produk yang diekspor. Kebijakan ini bertujuan memastikan bahwa emas yang meninggalkan Indonesia sudah dalam bentuk produk yang memiliki nilai tambah, bukan sekadar bahan baku. Dengan adanya regulasi ini, pelaku industri yang memiliki fasilitas pemurnian dan manufaktur di dalam negeri akan mendapatkan keuntungan kompetitif yang signifikan dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan ekspor bahan mentah.
Tujuan dan Manfaat Hilirisasi Emas bagi Indonesia
Program hilirisasi emas memiliki beberapa tujuan strategis yang penting bagi perekonomian nasional. Pertama, meningkatkan nilai tambah produk emas Indonesia di pasar internasional sehingga pendapatan negara dari sektor ini menjadi lebih optimal. Kedua, membangun kemandirian industri logam mulia domestik yang tidak bergantung pada fasilitas pemurnian luar negeri. Ketiga, mendorong alih teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengolahan emas berstandar internasional.
Manfaat konkret dari kebijakan ini mencakup terciptanya lapangan kerja baru di sektor manufaktur emas, penguatan rantai pasok industri perhiasan dan logam mulia dari hulu ke hilir, stabilisasi pasokan emas domestik yang berdampak positif terhadap transparansi harga bagi konsumen, serta peningkatan daya saing produk emas Indonesia di kancah perdagangan global. Sasaran utama kebijakan ini adalah perusahaan pengolahan emas terintegrasi seperti HRTA yang telah memiliki infrastruktur pemurnian memadai.
Syarat dan Kriteria Pelaku Industri Hilirisasi Emas
Syarat Umum Perusahaan
Untuk dapat berpartisipasi secara optimal dalam program hilirisasi emas, perusahaan harus memiliki izin usaha pertambangan atau izin pengolahan dan pemurnian logam mulia yang dikeluarkan oleh instansi terkait. Perusahaan juga wajib memenuhi standar sertifikasi internasional untuk fasilitas pemurniannya agar produk yang dihasilkan diakui di pasar global. Kapasitas produksi yang memadai serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan perpajakan menjadi persyaratan fundamental.
Kriteria Perusahaan yang Diuntungkan
Perusahaan yang paling diuntungkan oleh kebijakan ini adalah mereka yang telah memiliki fasilitas refinery terintegrasi dengan kapasitas besar, memiliki porsi ekspor bahan mentah yang rendah dan fokus pada pasar domestik, serta sudah membangun ekosistem rantai pasok dari pemurnian hingga distribusi produk jadi. HRTA menjadi contoh ideal karena porsi ekspornya hanya 0,39 persen hingga kuartal III-2025 sementara kapasitas refinery-nya mencapai 30 ton per tahun.
Dokumen dan Perizinan yang Diperlukan
Pelaku industri yang ingin mengoptimalkan peluang hilirisasi perlu memastikan kelengkapan izin usaha pertambangan emas atau izin pengolahan dan pemurnian, sertifikat standar internasional untuk fasilitas pemurnian, laporan kepatuhan lingkungan dan perpajakan yang terkini, serta dokumen bukti kapasitas produksi dan infrastruktur yang memadai. Semua perizinan ini diurus melalui kementerian terkait dan lembaga sertifikasi yang ditunjuk pemerintah.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Emiten | PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) |
| Strategi Utama | Hilirisasi emas melalui penguatan fasilitas refinery domestik |
| Kapasitas Refinery | 30 ton emas per tahun |
| Pajak Ekspor (Rencana 2026) | 7,5% hingga 15% tergantung tingkat pemrosesan |
| Porsi Ekspor HRTA (Q3-2025) | Hanya 0,39% (mayoritas diserap pasar domestik) |
| Harga Emas (Des 2025) | USD 4.400/oz (~Rp 2,37 juta/gram) |
| Tren Suku Bunga | The Fed cenderung dovish, BI stabil/dovish |
Cara Memahami dan Memanfaatkan Peluang Investasi Emas 2026
Cara Pertama: Investasi Emas Melalui Produk Perusahaan Hilirisasi
Langkah 1: Pahami Fundamental Industri Emas
Sebelum memulai investasi, pelajari terlebih dahulu faktor-faktor yang memengaruhi harga emas seperti kebijakan suku bunga bank sentral, tren pembelian emas oleh bank sentral global, serta dinamika geopolitik internasional. Pemahaman fundamental ini akan membantu Anda mengambil keputusan investasi yang lebih terukur dan tidak sekadar mengikuti tren sesaat.
Langkah 2: Analisis Perusahaan yang Menerapkan Hilirisasi
Perhatikan perusahaan-perusahaan yang telah memiliki infrastruktur hilirisasi emas yang mapan seperti HRTA. Evaluasi kapasitas refinery, porsi pasar domestik versus ekspor, serta strategi mereka menghadapi kebijakan pajak ekspor 2026. Perusahaan dengan porsi ekspor bahan mentah yang rendah akan lebih tahan terhadap dampak regulasi baru.
Langkah 3: Pantau Kebijakan Pajak Ekspor
Ikuti perkembangan regulasi pajak ekspor emas yang direncanakan berlaku mulai 2026 dengan besaran 7,5 persen hingga 15 persen. Kebijakan ini akan memengaruhi profitabilitas perusahaan emas yang masih bergantung pada ekspor bahan mentah. Sebaliknya, perusahaan yang fokus pada hilirisasi dan pasar domestik justru akan diuntungkan.
Langkah 4: Diversifikasi Instrumen Investasi Emas
Pertimbangkan berbagai instrumen investasi emas yang tersedia mulai dari emas fisik (batangan dan perhiasan), saham perusahaan emas seperti HRTA, hingga reksa dana atau ETF yang berbasis komoditas emas. Diversifikasi ini membantu mengelola risiko sekaligus mengoptimalkan potensi keuntungan dari berbagai sisi pasar.
Langkah 5: Evaluasi Portofolio Secara Berkala
Lakukan evaluasi portofolio investasi emas secara rutin, minimal setiap kuartal. Perhatikan pergerakan harga emas global, perkembangan kebijakan moneter The Fed dan Bank Indonesia, serta kinerja keuangan perusahaan emas yang menjadi bagian dari portofolio Anda. Sesuaikan alokasi investasi berdasarkan kondisi pasar terkini.
Cara Kedua: Investasi Emas Fisik Secara Langsung
Bagi masyarakat yang lebih nyaman dengan investasi emas secara fisik, membeli emas batangan dari produsen bersertifikat merupakan pilihan yang aman dan mudah. Kunjungi gerai resmi penjualan emas seperti Antam, Pegadaian, atau toko perhiasan bersertifikat untuk melakukan pembelian. Simpan bukti pembelian dan sertifikat keaslian dengan baik sebagai jaminan investasi jangka panjang. Metode ini cocok bagi investor pemula yang menginginkan aset fisik yang bisa dilihat dan disimpan secara langsung.
Proyeksi Pasar Emas dan Timeline Kebijakan 2026
Berdasarkan analisis kondisi makroekonomi global, harga emas diproyeksikan tetap berada di jalur penguatan sepanjang tahun 2026. Faktor utama pendorongnya adalah tren peningkatan utang pemerintah negara-negara besar yang membuat nilai mata uang kertas semakin rentan, serta kebijakan suku bunga yang cenderung longgar dari bank sentral utama dunia termasuk The Fed. Kebijakan pajak ekspor emas Indonesia direncanakan mulai berlaku efektif di awal tahun 2026, memberikan periode transisi bagi pelaku industri untuk menyesuaikan operasional mereka. Bank Indonesia sendiri diprediksi akan mempertahankan kebijakan yang mendukung stabilitas Rupiah dengan pendekatan dovish yang secara tidak langsung memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen investasi domestik.
Cara Memantau Perkembangan Investasi Emas
Pantau Via Website dan Portal Finansial
Gunakan portal finansial seperti Bloomberg, Reuters, atau platform lokal seperti Bareksa dan Investing.com versi Indonesia untuk memantau pergerakan harga emas secara real-time. Pantau juga halaman resmi Bursa Efek Indonesia untuk mengikuti pergerakan saham HRTA dan emiten emas lainnya.
Pantau Via Aplikasi Investasi
Unduh aplikasi investasi terpercaya yang menyediakan fitur pemantauan harga emas dan saham secara real-time. Beberapa aplikasi populer yang bisa digunakan antara lain Stockbit untuk memantau saham, Pluang atau Bareksa untuk investasi emas digital, serta aplikasi resmi Antam untuk harga emas batangan terkini.
Pantau Via Berita dan Analisis Ekonomi
Ikuti media ekonomi terpercaya baik nasional maupun internasional yang rutin menyajikan analisis pasar emas. Perhatikan laporan dari World Gold Council yang menjadi rujukan utama untuk data pembelian emas bank sentral global. Gabungkan informasi dari berbagai sumber untuk mendapatkan perspektif yang lebih komprehensif dalam pengambilan keputusan investasi.
Tips Penting Seputar Investasi Emas dan Hilirisasi 2026
Pertama, perhatikan rasio portofolio emas dalam keseluruhan investasi Anda, idealnya emas menempati 10 hingga 20 persen dari total portofolio sebagai aset lindung nilai. Kedua, pilih produk emas dari perusahaan yang menerapkan hilirisasi karena kualitas dan transparansi harganya lebih terjamin. Ketiga, jangan terpengaruh fluktuasi harga jangka pendek karena emas sejatinya merupakan instrumen investasi jangka panjang. Keempat, waspadai penawaran investasi emas bodong yang menjanjikan keuntungan tidak realistis. Kelima, pantau terus perkembangan kebijakan pajak ekspor emas karena regulasi ini akan berdampak signifikan terhadap harga dan ketersediaan emas di pasar domestik. Keenam, manfaatkan momentum harga emas yang masih dalam tren penguatan untuk memulai atau menambah alokasi investasi.
Masalah yang Sering Terjadi dan Solusinya
Tantangan pertama yang kerap dihadapi investor adalah volatilitas harga emas jangka pendek yang bisa menimbulkan kepanikan. Solusinya adalah memahami bahwa emas merupakan investasi jangka panjang dan fluktuasi sesaat merupakan hal yang wajar dalam dinamika pasar komoditas global.
Masalah kedua adalah kesulitan memahami dampak kebijakan pajak ekspor terhadap industri emas domestik. Bagi investor yang bingung, fokuskan perhatian pada perusahaan yang sudah siap dengan infrastruktur hilirisasi seperti HRTA karena mereka yang paling tahan terhadap perubahan regulasi.
Kendala ketiga adalah maraknya penawaran investasi emas palsu atau bodong yang memanfaatkan tren kenaikan harga. Selalu lakukan pengecekan legalitas perusahaan melalui situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum menanamkan modal.
Jika mengalami kesulitan dalam memahami produk investasi emas, berkonsultasilah dengan perencana keuangan bersertifikat atau hubungi layanan informasi Bursa Efek Indonesia untuk mendapatkan edukasi yang memadai.
FAQ: Pertanyaan Seputar Hilirisasi Emas dan Strategi HRTA 2026
Q1: Apa yang dimaksud dengan strategi hilirisasi emas yang dijalankan HRTA?
Strategi hilirisasi HRTA berfokus pada pengolahan emas dari bahan mentah menjadi produk jadi bernilai tambah tinggi menggunakan fasilitas refinery milik perusahaan yang berkapasitas 30 ton per tahun. Dengan strategi ini, HRTA memproses emas secara lengkap di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Q2: Berapa besaran pajak ekspor emas yang direncanakan berlaku di 2026?
Pemerintah berencana menerapkan pajak ekspor emas dengan besaran 7,5 persen hingga 15 persen mulai tahun 2026. Besaran pajak tersebut bervariasi tergantung pada tingkat pemrosesan produk emas yang diekspor, di mana produk olahan yang sudah memiliki nilai tambah dikenakan tarif lebih rendah dibandingkan bahan mentah.
Q3: Mengapa harga emas terus mengalami kenaikan hingga menembus rekor?
Kenaikan harga emas didorong oleh beberapa faktor utama yaitu aksi pembelian masif oleh bank sentral global untuk mengamankan cadangan devisa, meningkatnya utang pemerintah negara-negara besar yang melemahkan nilai mata uang kertas, serta dinamika geopolitik yang mendorong investor beralih ke aset safe haven.
Q4: Apakah investasi emas masih menjanjikan untuk tahun 2026?
Berdasarkan proyeksi makroekonomi, emas masih memiliki prospek yang sangat positif di tahun 2026. Kebijakan suku bunga yang cenderung longgar dari The Fed dan Bank Indonesia, ditambah tren pembelian emas bank sentral global, menjadikan emas tetap menarik sebagai instrumen investasi jangka panjang dan lindung nilai.
Q5: Bagaimana dampak kebijakan pajak ekspor terhadap harga emas domestik?
Kebijakan pajak ekspor diperkirakan akan memperkuat pasokan emas di pasar domestik karena pelaku industri akan lebih terdorong menjual produk olahan di dalam negeri. Hal ini berpotensi memberikan stabilitas harga dan transparansi yang lebih baik bagi konsumen dan investor emas di Indonesia.
Disclaimer:
Informasi dalam artikel ini bersumber dari Selfd.id dan data pasar yang tersedia hingga Desember 2025. Data harga emas dan kebijakan pemerintah dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika pasar dan keputusan regulator. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Untuk keputusan investasi, pembaca disarankan berkonsultasi dengan perencana keuangan bersertifikat.
Secara keseluruhan, strategi hilirisasi yang ditempuh HRTA merupakan langkah strategis yang sangat tepat dalam menghadapi dinamika industri emas global dan kebijakan pajak ekspor 2026. Dengan kapasitas refinery 30 ton per tahun dan fokus pada pasar domestik, HRTA menunjukkan kesiapan infrastruktur yang solid untuk memanfaatkan momentum penguatan harga emas.
Bagikan artikel ini kepada rekan investor atau siapa pun yang tertarik memahami prospek industri emas Indonesia di tahun 2026. Terus pantau perkembangan kebijakan dan harga emas melalui sumber-sumber terpercaya agar keputusan investasi Anda selalu berdasarkan informasi terkini dan akurat.