Di tengah derasnya arus informasi dan budaya global yang masuk ke ruang keluarga, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, mengingatkan pentingnya kembali memperkuat dasar spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Pandangan ini ia sampaikan saat membuka pelatihan berjudul “Penguatan Karakter Keluarga Bidang Spiritual” yang diadakan di Aula Kantor TP PKK Kota Bogor, Jalan Semboja, pada Senin (2/3/2026). Acara ini mengusung tema ‘Bulan Peningkatan Iman, Menyebarkan Cinta, dan Kepedulian Pada Sesama’ sebagai bentuk refleksi menjelang bulan suci Ramadan.
Pelatihan ini tidak hanya sekadar forum diskusi biasa. Ini adalah ajakan untuk kembali ke pangkuan ilmu agama, memperbaiki diri, dan membangun ketahanan keluarga dari dalam. Dengan durasi tiga hari, acara ini diikuti oleh 200 peserta dari berbagai kecamatan di Kota Bogor. Materi yang disampaikan pun langsung dibawakan oleh Ustadzah Sri Kusnaeni melalui ceramah dan tausiah yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan.
Mengapa Spiritualitas Jadi Fondasi Keluarga Kuat?
Kehidupan modern sering kali membuat banyak orang lupa bahwa kekuatan terbesar sebuah keluarga bukan hanya dari aspek ekonomi atau pendidikan semata. Nilai-nilai spiritual yang kokoh justru menjadi pondasi utama agar keluarga bisa bertahan dari berbagai goncangan zaman.
Yantie Rachim menegaskan bahwa di era digital seperti sekarang, keluarga rentan terhadap berbagai godaan yang bisa merusak karakter. Media sosial, konten negatif, hingga gaya hidup individualistik bisa dengan mudah menyeret nilai-nilai luhur ke ranah yang dangkal. Oleh karena itu, ia melihat pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk mengembalikan fungsi rumah sebagai pusat pendidikan moral dan spiritual.
1. Memperkuat Iman Lewat Majelis Ilmu
Salah satu cara efektif yang disampaikan Yantie adalah dengan aktif mengikuti majelis ilmu. Ia menyebutnya sebagai “majelis taklim kilat” yang bisa dijadikan sarana memperkuat iman, terutama menjelang bulan Ramadan.
Mengutip dari penjelasan Ustadzah Sri Kusnaeni, ada empat keutamaan yang bisa diraih saat seseorang menghadiri majelis ilmu:
-
Keberkahan dari Allah SWT
Setiap langkah menuju majelis ilmu akan diberkahi, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. -
Ketenangan dan kemudahan hati
Ilmu agama membawa ketenangan jiwa, terutama saat menghadapi cobaan hidup. -
Perlindungan malaikat
Orang yang berniat ikhlas ke majelis ilmu akan dilindungi malaikat sejak berangkat hingga pulang. -
Penghapusan dosa
Keutamaan terbesar adalah dosa-dosa lama bisa dihapus hanya dengan niat belajar dan mengamalkan ilmu tersebut.
2. Menumbuhkan Cinta dan Kepedulian Sosial
Selain fokus pada penguatan iman, pelatihan ini juga mengangkat tema tentang cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama. Hal ini penting karena keluarga yang kuat tidak hanya peduli pada dirinya sendiri, tapi juga pada lingkungan sekitarnya.
Peserta diajak untuk memahami bahwa keimanan yang benar akan mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan, tidak hanya dalam doa tapi juga dalam aksi nyata. Mulai dari kepedulian terhadap tetangga, warga sekitar, hingga isu-isu sosial yang sedang berkembang.
Strategi PKK dalam Membangun Ketahanan Keluarga
TP PKK Kota Bogor tidak hanya bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi atau kesehatan semata. Ada dimensi yang lebih dalam, yaitu membangun ketahanan keluarga dari sisi karakter dan nilai-nilai luhur. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang tangguh secara mental, emosional, dan spiritual.
3. Mengintegrasikan Nilai Agama dalam Kehidupan Sehari-hari
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam aktivitas harian. Bukan sekadar ritual atau ibadah formal, tapi bagaimana nilai-nilai itu bisa menjadi pedoman dalam berinteraksi, mengambil keputusan, dan membangun relasi sosial.
Contohnya, saat menghadapi konflik dalam keluarga, nilai sabar dan saling memaafkan bisa menjadi solusi. Saat berada di tengah tekanan pekerjaan, ingatan akan tujuan hidup yang lebih besar bisa menjadi pengingat untuk tidak kehilangan arah.
4. Membangun Komunitas Spiritual yang Solid
TP PKK juga mendorong terbentuknya komunitas-komunitas kecil di tingkat RT/RW yang aktif menggelar majelis ilmu secara rutin. Tujuannya agar ilmu tidak hanya didengar saat pelatihan besar saja, tapi bisa terus berlangsung di level yang lebih personal dan konsisten.
Langkah ini juga sejalan dengan visi membangun masyarakat yang sadar akan pentingnya spiritualitas dalam menjaga stabilitas sosial. Bukan hanya soal ibadah individu, tapi bagaimana nilai-nilai itu bisa menjadi fondasi kebersamaan.
Relevansi Tema dengan Realitas Keluarga Modern
Yantie Rachim menilai tema pelatihan ini sangat relevan dengan kondisi keluarga saat ini. Di mana banyak orang merasa kosong meski secara materi sudah cukup. Stres, depresi, hingga konflik keluarga kerap muncul karena kurangnya koneksi dengan nilai-nilai spiritual.
Ia menyebut bahwa kekuatan iman dan takwa bisa menjadi penyeimbang di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Bukan berarti harus mundur dari perkembangan zaman, tapi bagaimana bisa tetap relevan namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur.
Tabel: Ringkasan Manfaat Majelis Ilmu
| No | Manfaat | Penjelasan |
|---|---|---|
| 1 | Keberkahan dari Allah | Setiap langkah menuju majelis ilmu akan diberkahi |
| 2 | Ketenangan hati | Ilmu agama membawa ketenangan dalam menghadapi cobaan |
| 3 | Perlindungan malaikat | Malaikat menjaga dari berangkat hingga pulang |
| 4 | Penghapusan dosa | Niat belajar dan amal ilmu bisa menghapus dosa |
Kesimpulan
Pelatihan penguatan karakter keluarga bidang spiritual yang digelar oleh TP PKK Kota Bogor bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah langkah konkret untuk membangun ketahanan keluarga dari dalam, dengan modal utama: iman dan takwa. Di tengah tantangan era digital, upaya seperti ini menjadi sangat penting agar keluarga tidak hanya bertahan, tapi juga bisa menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat luas.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan dan dinamika internal TP PKK Kota Bogor. Data peserta dan jadwal kegiatan bersifat valid pada tanggal pelaksanaan 2 Maret 2026.